Berita

ilustrasi/net

KONTROVERSI HUKUMAN MATI

PBHI Ingatkan Jokowi Tak Membangunkan Kembali Rezim Jagal

KAMIS, 22 JANUARI 2015 | 07:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hukuman mati merupakan hukuman yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia. Lebih-lebih hukuman mati hanya dapat dilakukan negara atau pemerintah dengan cara membunuh.

"Tidak perlu pemerintahan Joko Widodo membangunkan kembali rezim yang bengis atau 'rezim jagal' hanya dengan klaim Indonesia darurat narkoba," kata Sekretaris Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Suryadi Radjab, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 22/1).

Karena itu, tegas Suryadi, PBHI tetap menentang eksekusi hukuman mati atas terpidana narkotika, bila ada terpidana korupsi, atau bahkan kejahatan perang. PBHI mengingatkan Kejaksaan Agung untuk menghentikan kegembiraan menghukum narapidana dengan tindakan membunuh mereka.


"Cukup enam orang terpidana yang sudah meregang nyawa pada 18 Januari 2015. Dan tidak perlu 131 orang lagi dijadikan daftar tunggu untuk dijagal oleh kejaksaan," tegas Suryadi.

Suryadi melanjutkan, merenggut hak untuk hidup merupakan pelanggaran berat hak-hak manusia, karena hak untuk hidup salah satu hak yang tidak boleh ditangguhkan dalam keadaan apa pun, apalagi dalam keadaan damai. Sementara hukuman ini dipastikan menghancurkan keutuhan tubuh yang dieksekusi.

"Sejauh ini juga Presiden Joko Widodo tidak pernah mengeluarkan keputusan yang menyatakan perang melawan narkoba," demikian Suryadi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya