Berita

ilustrasi/net

Langkah KPK Bikin Soliditas di Tubuh Polri Jadi Terancam

RABU, 14 JANUARI 2015 | 09:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini, Polri relatif solid dalam menjaga irama organisasi dan proses regenerasi kepemimpinan. Dan dengan ditetapkannya calon Kapolri Budi Gunawan menjadi tersangka maka soliditas di tubuh polri menjadi terancam

Demikian disampaikan Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi. Muradi menjelaskan bahwa  ada empat hal yang membuat soliditas internal polri terganggu dengan langkah KPK menjadikan Budi Gunawan menjadi tersangka

Pertama, urai Muradi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 14/1), terkoreksinya kepemimpinan di Polri, yang mana pengajuan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri diajukan adalah bagian dari kebanggaan internal Polri. Ketika kemudian diusik dengan menjadikannya sebagai tersangka oleh KPK, maka hal ini membuat kebanggaan atas perwira terbaik pilihan Presiden Yang diajukan sebagai calon Kapolri terganggu.


Kedua, lanjutnya, penetapan Budi Gunawan menjadi tersangka menguak luka lama perseteruan antara Polri dengan KPK dengan kasus Cicak versus buaya beberapa tahun lalu. Ada sentimen negatif organisasi yang menguat di internal terkait langkah KPK menjadikan Budi Gunawan sebagai tersangka.

Ketiga, jelasnya lagi, langkah KPK tersebut juga dipandang sebagai bagian dari upaya mempolitisasi Polri di tengah optimisme membangun organisasi Polri menjadi institusi mandiri dan profesional.

Keempat, masih kata Muradi, langkah KPK menjadikan Budi Gunawan tersangka juga mengoreksi semangat jiwa korsa yang tengah kuat dan solid. Perasaan terganggu atas manuver KPK di tengah proses regenerasi kepemimpinan yang tengah diajukan oleh presiden sebagai atasan Polri.

"Dengan empat hal tersebut, maka proses yang tengah berlangsung dengan uji kelayakan atas Budi Gunawan harus tetap dilakukan dengan mengacu pada proses yang  tengah berlangsung," demikian Muradi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya