Berita

Fadli Zon/net

Dunia

Kutuk Serangan pada Charlie Hebdo, Fadli Zon Juga Minta Negara-negara Barat Introspeksi

SELASA, 13 JANUARI 2015 | 06:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengutuk keras tindakan brutal yang dilakukan tiga orang yang menyerang kantor Charlie Hebdo di Paris yang menewaskan sejumlah orang. Tindakan brutal tersebut bukan saja merusak nama baik Islam, melainkan juga merusak nilai-nilai kemanusian.

Namun di sisi lain, lanjut Fadli, negara-negara Barat yang menjunjung tinggi kebebasan tanpa batas itu untuk juga introspeksi. Negara-negara Barat harus sadar bahwa tidak ada kebebasan yang tanpa batas.

Kepada Kantor Berita Politik , Fadli menegaskan, perilaku yang mengganggu kepercayaan dan keyakinan orang lain atas nama kebebasan, sebagaimana dilakukan Charlie Hebdo, jelas-jelas tindakan yang bisa menyakiti kelompok lain dan bisa menggangu toleransi yang terus diperjuangkan.


"Pasti semua orang terganggu bila ada orang yang menghina tokoh-tokoh atau nabi-nabi. Semua orang pasti terganggu dengan penghinaan pada Nabi Muhammad, pada Yesus, pada Budha atau sosok spiritual yang lain," kata Fadli Zon di sela-sela acara Asia Pasicif Parliamentery Forum (APPF) ke-23 di Quito Ekuador (Senin, 12/1).

Fadli juga menilai, parade oleh warga Perancis untuk mengutuk aksi brutal penyerangan tersebut sangat bagus. Namun sekali lagi, warga Barat juga harus introspeksi. Dipastikan, pemahaman mainstream umat Islam di dunia pasti mengutuk tindakan brutal.

"Tapi negara-negara Barat juga jangan menimbulkan suatu reaksi balik yang bisa memicu konflik-konflik baru, terutama pada kalangan Islam," kata Fadli.

"Jangan lupa dunia Islam adalah dunia yang besar, dengan miliaran penganut dan mereka memiliki paham yang beragam, dari yang moderat sampai yang ekstrem. Jangan memancing dengan penghinaan yang bisa memicu kebangkitan ekstrimisme," sambung Fadli mengingatkan.

Fadli pun menyayangkan, dua pelaku Charlie Hebdo, Said Kouachi dan Cherif Kouachi, ditembak hingga tewas tanpa proses pengadilan. Mestinya, pelaku bisa diadili semua sehingga bisa diketahui latarbelakang dan motivasi penyerangan tersebut.

"Untuk mendiagnosa satu persoalan harus diketahui latarbelakangnya apa, akar persoalnnya apa," demikian Fadli. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya