Berita

fadli zon/net

Fadli Zon: KPK dan PPATK Lebih Baik Tutup Mulut Bila Tak Ada Bukti soal Rekening Budi Gunawan

SENIN, 12 JANUARI 2015 | 16:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden Joko Widodo tentu memiliki pertimbangan dan latarbelakang untuk mencalonkan Budi Gunawan sebagai Kapolri menggantikan Sutarman.

Demikian keyakinan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Terkait dengan beragam isu yang berkembang di dalam berbagai berita terkait dengan Budi Gunawan, menurut Fadli, hal ini harus diluruskan dan diklarifikasi oleh Budi Gunawan di Komisi III DPR nanti. Dan Fadli pun memastikan Komisi III akan mempertanyakan beragam isu yang menerpa Budi Gunawan selama ini.

"Kita tidak bisa bekerja berdasarkan isu. Kalu memang misalnya KPK dan PPATK ada bukti terkait dengan rekening saudara Budi Gunawan, ya buktikan sekarang. Kalau memang tak punya bukti, sebaiknya mereka tutup mulut," kata Fadli kepada Kantor Berita Politik RMOL di Quito, Ekuador (Senin, 12/1).


Fadli, yang berada di Quito untuk menghadiri sidang Asia Pacific Parliamentery Forum (APPF) ke-23 ini menegaskan bahwa lembaga manapun tidak boleh bekerja berdasarkan isu dan rumors. Sebab negara ini akan menjadi sulit diatur bila bekerja dengan rumors.

"Lebih baik kalau memang ada (rekening gendut) ya ungkapkan. Kalu memang tidak ada, ya jangan merusak nama baik sesorang," tegas Fadli.

Fadli menilai, siapapun yang memang dicalonkan menjadi Kapolri itu memang sudah masuk dalam kriteria dan pertimbangan Presiden. Fadli pun menilai Budi Gunawan bisa menjawab dan mengklarifikasi beragam isu tersbut.

"Kalau tidak, tentu tidak akan berani untuk maju dan dicalonkan," demikian Fadli, sambiil memastikan DPR, melalui Komisi III, akan maksimal mempertanyakan beragam persoalan kepada Budi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya