Berita

hasto kristiyanto/net

Politik

PDIP Dukung Sepenuhnya Calon Kapolri Usulan Presiden

MINGGU, 11 JANUARI 2015 | 11:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

PDI Perjuangan sepenuhnya mendukung keputusan politik Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri.

"Penunjukkan itu tidaklah aneh. Praktek politik dimanapun, Presiden selalu menunjuk orang yang sudah dikenal kepemimpinan dan profesionalitasnya untuk membantu presiden," kata Plt Sekjen PDI Perjuangan di Jakarta, Hasto Kristiyanto, Minggu (11/1).

"Presiden Joko Widodo sudah lama mengenal Pak Budi Gunawan. Meskipun demikian seluruh tahapan sesuai undang-undang sudah dijalankan, termasuk dari institusi Polri sendiri," lanjut. Hasto.


Menanggapi berbagai kritik yang muncul, Hasto berpendapat bahwa itu hal yang wajar.

"Yang penting komitmennya untuk mewujudkan institusi Polri agar semakin kredibel, berwibawa, dan profesional betul-betul dilaksanakan. Ditangan yang tepat, Polri dapat mewujudkan dirinya sebagai institusi penegak hukum yang menempatkan hukum yang berkeadilan. Selain tugas pokok lainnya di dalam memastikan rasa aman dan ketentraman masyarakat," jelas Hasto.

"PDIP percaya bahwa ketika Presiden Joko Widodo mengambil keputusan pasti melalui pertimbangan yang matang dan dipastikan juga menerapkan target-target dan agenda yang harus dijalankan oleh Kapolri yang baru. Atas dasar hal itu, kami mendukung sepenuhnya keputusan presiden tersebut," tambah Hasto.

Jadi, kata Hasto, tahapan selanjutnya tentunya adalah proses politik di DPR RI.

"Kami berharap agar apa yang selama ini sudah berjalan, dimana secara musyawarah DPR menyepakati calon Kapolri yang ditunjuk oleh presiden dapat menjadi bagian dari tradisi dalam penetapan Kapolri. PDIP tentu akan proaktif melakukan komunikasi politik," ujar Hasto.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya