Berita

Mudaffar Sjah/net

Nusantara

Anak-anak Sultan Ternate Kutuk Keras Aksi Penghadangan pada Mudaffar Sjah

JUMAT, 09 JANUARI 2015 | 08:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Patut diduga ada pihak-pihak yang memiliki agenda terselubung untuk menciptakan konflik di Ternate Maluku Utara. Karena itu, Forum Komunikasi Masyarakat Adat Moloko Kie Raha, mengutuk keras pihak-pihak yang punya agenda tersebut, siapapun mereka.

Kutukan keras juga disampaikan Forum Bersama antara Formada, Dewan Adat dan Komisi 18 Kesultanan Teranate. Menurut Ketua Formada, Abdul Kadir, dugaan ini semakin kuat setelah peristiwa penghadangan kepada Sri Sultan Ternate, Mudaffar Sjah yang hendak
dirujuk ke rumah sakit di Jakarta oleh sekelompok massa pada hari Selasa pagi (7/1).

"Penghadangan itu terkait dengan kehadiran Nita Budhi Susanti yang dikawal oknum TNI dengan senjata lengkap memasuki Kadaton (Istana) Sultan Ternate," kata Abdul Kadir dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 9/1).

"Penghadangan itu terkait dengan kehadiran Nita Budhi Susanti yang dikawal oknum TNI dengan senjata lengkap memasuki Kadaton (Istana) Sultan Ternate," kata Abdul Kadir dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 9/1).

Tentu saja, ungkap Abdul Kadir, kejadian ini membuat warga Ternate sangat prihatin karena menyangkut keselamatan Mudaffar Sjah, baik sebagai warga negara, Sultan, maupun sebagai anggota DPD RI, yang memiliki hak untuk dilindungi oleh UU. Dan sangat disesalkan juga dalam peristiwa ini polisi terkesan lamban dalam penanganan kasus.

"Polisi tidak berani mengambil tindakan yang semestinya sebagai penanggung jawab ketertiban masyarakat sebagaimana ketentuan," ungkap Abdul Kadir.

Keprihatinan ini juga disampaikan Wakil Keluarga Anak-anak Sri Sultan Ternate, Harun Iskandar Ryan Sjah. Harus Iskandar meminta polisi menjamin hak Sri Sultan Ternate untuk mendapatkan pengobatan yang intensif di Jakarta, dan mengizinkan anak- anak dan keluarga Sultan ke Jakarta. Pihak keluarga juga mendesak Panglima TNI menginstruksikan Komandan Korem 152 Baabulah Ternate, untuk menarik segera oknum TNI dari dalam dan lingkungan Kedaton Ternate.

"Kami menyesalkan dugaan keterlibatan Oknum TNI yang ikut mencampuri persoalan internal keluarga Sultan, yang menghambat proses evakuasi Sri Sultan Ternate ke Jakarta atas rekomendasi tim dokter di Ternate," sebutnya.

Keluarga juga, lanjutnya, mengutuk keras pihak-pihak yang dengan sengaja dan terorganisir memblokir dan menghalang-halangi proses keberangkatan Sri Sultan Ternate. Kelaurga juga mendesak Polda Maluku Utara, memeriksa dan menahan Nita Budi Susanti, sebagaimana yang dilimpahkan oleh Mabes Polri ke Polda Maluku Utara, terkait dengan dugaan penipuan terkait dengan dua anak kembar yang menjadi akar persoalan Kesultanan Ternate.

"Keluarga juga menolak penggunaan atribut Sultan dan Kesultanan Ternate oleh Nita Budhi Susanti, karena sikap dan perilakunya yang menjatuhkan marwah dan wibawa Kesultanan serta harga diri Keluarga Besar Sultan dan masyarakat adat Kesultanan Ternate. Untuk itu, agar tidak menimbulkan konflik horizontal di Ternate, maka Nita Budi Susanti seyogianya tidak berada di Ternate, Maluku Utara," demikian Harun Iskandar. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya