Berita

sofyan djalil/net

HARGA BBM

Menteri Sofyan Djalil Disarankan Ikuti Kursus Ekonomi Makro agar Tak Asal Bicara

KAMIS, 08 JANUARI 2015 | 23:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil, disarankan mengikuti kursus kilat terkait dengan makro ekonomi. Sebab akan sangat berbahaya bila Indonesia memiliki Menteri Koordinator Perekonomian  yang tidak memahami hal-hal mendasar tentang teori ekonomi makro seperti inflasi.

"Sofyan Djalil jangan asal jeplak lagi. Namun kalau sudah sulit belajar lagi, ya pilihan terakhir tinggal ganti saja, retooling," kata peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 8/1).

Pernyataan Gede Sandra ini terkait dengan pernyataan Sofyan yang membantah jika tingginya inflasi tahun lalu karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi November 2014. Sofyan beralibi, tingginya inflasi lebih disebabkan buruknya tata niaga logistik nasional.


Padahal, jelas Gede Sandra, beberapa saat sebelum kenaikan harga BBM di bulan November, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, dampak langsung kenaikan harga BBM subsidi di November menyebabkan tambahan inflasi 1,7 persen.  Kemudian untuk dampak tidak langsungnya bisa berlangsung 6 bulan hingga setahun dan akan kembali normal lagi.

Gede menyatakan lebih setuju kepada pernyataan kepala BPS yang mencerminkan hasil penelitian statistik yang komprehensif dan terukur. Secara logika ekonometrik, dengan variabel bebas inflasi dan variabel terikatnya harga BBM, kedua variabel dalam model tersebut pastilah berkorelasi positif.

"Kenaikan harga BBM akan menaikkan biaya transportasi barang dan manusia, maka akan sangat beralasan bila para pelaku ekonomi ikut menaikkan harga produk barang dan jasa mereka setelah harga BBM naik," demikian Gede Sandra. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya