Berita

setijab kasal/tni

Susaningtyas: Laksamana Marsetio Sukses Bawa TNI AL dengan Visi The World Class Navy

RABU, 07 JANUARI 2015 | 11:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Laksamana Dr. Marsetio, selama menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut, berhasil membawa perubahan komprehensif dalam kultur korporasi TNI AL. Marsetio juga menggagas program pembangunan pendidikan sumber daya manusia (SDM) di AL.

"Karena itu perwira-perwira TNI AL ke depan tidak saja memiliki kemampuan tempur yang kuat, tapi juga memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni," kata pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 7/1).

Karena itu juga, Susaningtyas tidak heran bila suasana serah terima jabatan Marsetio kepada KASAL baru Laksamana Madya Ade Supandi begitu mengharukan. Sertijab sekaligus pelepasan Marsetio ini dilakukan di Dermaga Ujung Surabaya dengan inspektur upacara Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (Selasa, 6/12).


Menurut Susaningtyas, Marsetio telah sukses membawa TNI AL untuk bekerja dengan visi the world class navy yang agresif. Marsetio pun sadar dan paham untuk menjadikan TNI AL yang world class navy tentunya membutuhkan dukungan anggaran, regulasi, prajurit dan komponen tenaga pendidik yg mumpuni. Karena itu pendidik harus memiliki karakter yang meliputi, pengetahuan (knowladge  of subject), kepribadian (attitude), kemampuan memimpin (leader ability) dan kemampuan memberi instruksi (knowledge of teaching techniques).

"Dengan komponen ini, bagi lembaga pendidikannya, TNI AL bisa mendidik dan mencetak sumber daya manusia yang handal dan profesional dibidangnya, hingga ke depan mampu menuju world class navy atau Angkatan Laut berkelas dunia," ungkap Susaningtyas, yang menulis buku Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan.

Susaningtyas menilai, gagasan Marsetio dapat dilihat dari bukunnya, Sea Power Indonesia Dalam buku tersebut dipahami bahwa sea power tidak berarti hanya armada kapal perang saja, tetapi juga mencakup seluruh potensi kekuatan maritim nasional, seperti armada niaga, armada perikanan, industri dan jasa maritim, serta masyarakat maritim dan lain-lain.

Dalam buku itu juga, lanjut Susaningtyas, Marsetio menyadarkan bahwa Indonesia harus memiliki kekuatan AL yang memadai dan proporsional. Konsep ini juga bisa dimaknai sebagai suatu negara untuk menggunakan dan mengendalikan laut (sea control) serta mencegah lawan dengan menggunakannya (sea denial).

"Sea power akan memiliki multiplier effect bagi kejayaan negara kepulauan. Kekuatan laut ini memiliki peran sentral dalam menentukan posisi Indonesia dalam kancah global. Ini adalah kekuatan yang tak tertawarkan lagi," tegas Nuning, begitu Susaningtyas disapa.

Nuning menambahkan, TNI AL bukan hanya mengurusi penenggelaman kapal saja. Urusan TN AL harus lebih luas lagi, termasuk menjadi duta bangsa dan menjaga kedaulatan NKRI, terlebih bangsa Indonesia adalah bangsa maritim

Diketahui, Marsetio, kelahiran Jakarta, 3 Desember 1956, dilantik sebagai Kasal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada tanggal 17 Desember 2012. Ia merupakan lulusan terbaik dalam berbagai pendidikan yang pernah diikutinya, di antaranya Akademi Angkatan Laut tahun 1981 dengan Bintang Adhi Makayasa, lulusan terbaik Seskoal tahun 1996 dengan tanda penghargaan Dharma Wiratama, lulusan terbaik Sesko TNI tahun 2001, dan Lemhannas dengan tanda penghargaan Wibawa Seroja Nugraha KRA 37/2004.

Di tengah kesibukannya berdinas,  doktor lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini masih menyempatkan diri untuk berbagi ilmu dan pengetahuan, di antaranya sebagai dosen di Naval War Collage USA, di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, di Sesko TNI, di Lemhannas, serta dosen di berbagai perguruan tinggi seperti di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Universitas Pertahanan (Unhan), Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjung Pinang, serta Universitas Hang Tuah Surabaya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya