Berita

ilustrasi/net

TRAGEDI QZ8501

Ini Cara Manusia Perahu Jadi Pawang Ombak untuk Bantu Evakuasi Korban

MINGGU, 04 JANUARI 2015 | 02:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama hidup di laut lepas, Anggun (44), si manusia perahu, pernah menghadapi ombak setinggi 7 meter. Ia pun berdoa dan berkomunikasi dengan "penunggu" di laut setempat, dan lautan di sekitar tempat itu kembali teduh.

"Selama ini, belum pernah ada kapal kami (manusia perahu) yang pernah terbalik atau tenggelam di laut di ombak. Tapi, semua dari niat dan kuasa dari yang di Atas (Tuhan)," kata Anggun, salah seorang manusia perahu dari Semporna, Malaysia (Sabtu, 3/1).

Agggun bersama dua rekannya Latif (50) dan Douglas (50) kini ditampung di Lapangan Bulalung Kampung Tanjung Batu. Ia diundang untuk membantu mempermudah evakuasi korban dan pesawat AirAsia QZ 8501 (Baca: Pawang Ombak Pun Dicari untuk Bantu Permudah Evakuasi).


Dalam menghadapi ombak, ungkap Anggun, tak ada syarat atau ritual yang njelimet. Biasanya dirinya hanya tidur di atas kapal yang sunyi, untuk berkomunikasi dengan "penunggu" lautan tersebut.

Dalam mimpi, nanti diberikan petunjuk-petunjuk. Di samping itu, dia menyiapkan kancing, jarum, kemenyan, kain putih, dan benang yang dirajut menjadi sebuah baju berwarna putih. Baju itu kemudian dibuang ke laut.

"Kami siap membantu kalau memang diminta," kata Anggun didampingi Latif dan Douglas, yang saat diwawancarai grup JPPN harus diterjemahkan oleh Syamsul, warga Tanjung Batu

Diakui Syamsul, kemampuan manusia perahu dalam "menjinakkan" ombak memang tak perlu diragukan lagi. Lautan adalah rumah mereka. Menurut cerita, dengan ritual khusus, manusia perahu mampu mengubah  air laut menjadi air layak minum.

"Ombak besar memang bisa dijadikan teduh. Jadi, laut itu seperti jalan tol saja. Tapi kemampuan ini tidak selalu digunakan, hanya saat-saat tertentu saja," ujarnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya