Berita

ilustrasi/net

Pemerintah Harus Olah Sumber Daya Alam di Dalam Negeri!

JUMAT, 02 JANUARI 2015 | 10:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Indonesia punya modal besar untuk bisa maju sebagaimana bangsa-bangsa paling maju di dunia sekali pun. Indonesia  memiliki semua modal untuk menjadikan Indonesia yang maju, baik sumber daya alam yang melimpah maupun sumber daya manusianya yang unggul.

"Sesuatu yang sangat sedikit dimiliki oleh negara-negara yang telah maju di dunia," Kata Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), Warsito P. Taruno, dalam keterangan kepada redaksi beberapa saat lalu (Jumat, 2/1).

Hanya saja, menurutnya, yang belum terjadi adalah kesesuaian antara sumber daya alam yang melimpah dengan sumber daya manusianya yang unggul. Karena itu, mengawai awal tahun 2015, sebanyak 40 doktor berkumpul dan membahas strategi pembangunan Indonesia berbasis pengetahuan. Mereka berkumpul di Depok atas inisiasi dan difasilitasi oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).


Menurut Warsito, para doktor sepakat jika sistem inovasi nasional dapat menjadi solusi. Sistem inovasi nasional merupakan tugas pemerintah di samping pembangunan infrastruktur. Sistem inovasi nasional harus menjamin terjadinya transfer ilmu pengetahuan dari universitas dan lembaga penelitian ke sektor pengguna di industri dan bisnis. Pemerintah harus menciptakan ruang, sarana dan insentif bagaimana mata rantai itu bisa terwujud.

"Agar SDM lulusan universitas kita bisa terpakai untuk mengolah sumber kekayaan alam kita, maka yang pertama harus dilakukan pemerintah adalah menjamin bahwa proses pengolahannya dilakukan di dalam negeri," tambah Warsito.

"Pemerintah dan industri nasional harus bersinergi untuk menjadikan rakyat lebih berdaya dengan cara menciptakan pasar bagi produk inovasi dari rakyat," demikian Warsito. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya