Berita

Kenapa Jokowi-Susi Cuma Fokus Illegal Fishing, Apa Maritim hanya Sebatas Ikan?

RABU, 24 DESEMBER 2014 | 20:08 WIB | LAPORAN:

Sejak pelantikan Joko Widodo jadi Presiden RI ke-7 nampaknya belum ada upaya sistematis yang dilakukan terkait penyelamatan sumberdaya maritim.

Upaya pemberantasan illegal fishing seperti hanya ramai di media tapi implementasi di lapangan belum terpola secara sistematis dan konprehensif. Kalau hanya sebatas menenggelamkan perahu asing itu bukanlah upaya yang baru karena pemerintahan sebelumnya juga melakukan.

"Saya belum melihat ada grand desain yang komprehensif untuk menyelesaikan permasalahan illegal fishing di laut Indonesia yang begitu kompleks. Upaya yang dilakukan akhir-akhir ini ibarat mengusir seekor tikus lalu jutaan tikus tak dihiraukan," ujar Direktur Indonesia Maritime Institute, Y Paonganan kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat yang lalu, (Kamis, 24/12).


Terlebih lagi, lanjut Y Paonganan, upaya penyelamatan kekayaan di lautan Indonesia bukanlah hanya illegal fishing, masih banyak kegiatan illegal di laut yang sama sekali belum dibahas oleh pemerintahan Jokowi, berkutat di urusan ikan yang pokok masalahnya sendiri sepertinya belum dipetakan secara tepat.

"Bagaimana dengan illegal logging, meski kayunya di curi di hutan, tapi bukan kah kebanyakan kayu itu di bawa ke luar negeri melalui lautan. Kenapa ini tidak menjadi perhatian selayaknya illegal fishing. Bukankah Jokowi seorang sarjana kehutanan yang seharunya juga sangat paham dengan masalah ini?" sergah Y Paonganan yang akrab disapa Ongen.

Ditegaskannya pula, saat ini juga ada human trafficking perdagangan narkoba lewat laut, dan lain sebagainya itu juga masalah illegal di lautan yang perlu mendapat perhatian serius, belum lagi penambangan pasir illegal, destructive fishing dan lain sebagainya.

"Jika melihat kondisi ini, saya makin yakin bahwa sebenarnya Jokowi dan menteri-menterinya sebenarnya tidak paham substansi maritim, konsep maritim yang didengungkan jokowi adalah jargon kosong tanpa makna," tandas Ongen. [zul]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya