Berita

obama/net

Sejarah Baru, Presiden AS Hanya Persilakan Wartawati untuk Bertanya

SABTU, 20 DESEMBER 2014 | 19:51 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

RMOL. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama telah membuat "sejarah"
dalam hidupnya saat mengadakan konferensi pers akhir tahun. Untuk pertama kalinya, Obama hanya mempersilahkan wartawan perempuan bertanya delapan kali berturut-turut dalam sesi tanya jawab saat konferensi pers di Gedung Putih pada Jumat (19/12).

Sesi tanya jawab dimulai dengan pertanyaan dari Carrie Budoff Brown dari media Politico dan dilanjutkan dengan wartawan dari Bloomberg, Associated Press, McClatchy Newspapers, Reuters, Wall Street Journal, Washington Post dan American Urban Radio Networks. Semuanya perempuan.

Bahkan, dari delapan wartawan perempuan ini tidak ada satupun wartawan televisi karena dianggap sudah terlalu sering mendominasi konferensi pers dan media briefing harian.

Bahkan, dari delapan wartawan perempuan ini tidak ada satupun wartawan televisi karena dianggap sudah terlalu sering mendominasi konferensi pers dan media briefing harian.

"Faktanya adalah, ada banyak perempuan dari berbagai kantor berita yang setiap hari melakukan kerja keras meliput presiden Amerika Serikat," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Josh Earnest, dalam sebuah pernyataan sesaat setelah konferensi pers.

Untuk sesi resmi di Gedung Putih, ini tampaknya menjadi yang pertama. Hal ini diungkapkan salah seorang wartawan wanita, koresponden ABC News di Gedung Putih, Ann Compton.

"Selama 40 tahun (menjadi koresponden), saya yakin tidak pernah ada konferensi pers yang hanya perempuan yang dipersilahkan bertanya," kata Compton. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya