Berita

ilustrasi kampanye pencegahan ebola/net

Dunia

Kenya Mulai Uji Coba Vaksin Ebola

SABTU, 20 DESEMBER 2014 | 15:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tim peneliti dari Kenya Medical Research Institute (KEMRI) mulai melakukan tes vaksin Ebola kepada manusia.

Dalam keterangannya, KEMRI menyebut bahwa para ahli dari program penelitian di kota pesisir Kilifi telah memberikan dosis pertama vaksin VSV-Ebola ke petugas kesehatan pekan ini di rumah sakit setempat.

Direktur KEMRI, Profesor Solomon Mpoke mengatakan, uji coba tahap pertama vaksin ke manusia itu merupakan bagian dari konsorsium badan kesehatan dunia WHO yang didanai oleh Wellcome Trust.


Ia berharap agar uji coba yang dilakykan timnya itu bisa segera membuahkan hasil yang efektif untuk melawan penyakit yang mewabah di kawasan Afrika Barat itu.

Kendati uji coba tengah dilakukan, namun Mpoke meastikan pihaknya terus menjaga keselamatan para relawan dan peneliti yang terlibat di dalamnya, mengingat mudahnya penularan Ebola.

Mpoke menambahkan bahwa vaksin yang diujicobakan itu diberikan dalam dosis tunggal. Setelah itu peserta akan diawasi secara ketat. Sedangkan hasil ujicoba awal diperkirakan akan dapat dilihat pada awal Februari 2015 mendatang.

Uji coba serupa juga tengah dilangsungkan di Amerika Serikat, Jerman, Swiss, dan Gabon. Pengujian dilakukan pada keamanan vaksin dan kemampuannya menghasilkan respon sistem kekebalan tubuh pada orang dewasa yang sehat.

Lebih lanjut Mpoke menyebut bahwa vaksin VSV-Ebola dibuat dengan menggabungkan Virus vesikular Stomatitis (VSV) dengan porsi protein tunggal yang meliputi virus Ebola.

Kenya sendiri diketahui tidak menemukan adanya kasus Ebola.

"Setelah ini Tahap 1 uji coba, langkah berikutnya adalah untuk menguji vaksin lanjut di negara-negara yang terkena wabah Ebola," tandasnya. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya