Berita

ilustrasi krimea/net

Dunia

Obama Terapkan Larangan Ekspor ke Krimea

SABTU, 20 DESEMBER 2014 | 12:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyerukan pelarangan atas ekspor barang, ternologi, maupun layanan ke Krimea.

Keputusan terbaru yang diambil Obama tersebut merupakan bentuk penolakan atas aneksasi yang dilakukan oleh Rusia kepada Krimea yang semula merupakan bagian dari wilayah kedaulatan Ukraina.

"Perintah eksekutif dimaksudkan untuk memberikan kejelasan kepada perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat yang melakukan bisnis di wilayah tersebut dan menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat tidak akan menerima pendudukan Rusia yang berupaya menangeksasi Krimea," kata Obama dalam sebuah pernyataan yang dikutip BBC pada Jumat (19/12).


Bukan hanya larangan ekspor itu, warga ataupun perusahan Amerika Serikat pun saat ini tidak lagi bisa membeli real estate, membuka bisnis, ataupun mendanai perusahaan di Krimea.

Perlu diketahui, Obama dan pemimpin-pemimpin negara Barat kerap menggaungkan penolakan terhadap Rusia yang dinilai ikut campur dalam masalah dalam negeri Ukraina yang berujung pada pelepasan diri Krimea dan konflik di wilayah timur Ukraina seperti Donetsk dan Luhansk.

Krimea sendiri melakukan referendum dan memutuskan untuk melepaskan diri dari Ukraina pada bulan April lalu menyusul konflik internal dan pelengseran presiden Viktor Yanukovych.

Selain menyerukan pelarangan ekspor, Obama juga menerapkan sanksi baru baik terhadap 24  warga maupun perusahaan Rusia dan Ukraina yang dinilai ikut terlibat dalam konflik tersebut. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya