Berita

Sartono Hutomo/net

Politik

Demokrat: Ingat, SBY Tak Pernah Salahkan Megawati dan Gus Dur!

JUMAT, 19 DESEMBER 2014 | 13:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tidak tepat dikatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini karena kebijakan pemerintahan sebelumnya, yaitu pemerintahan SBY-Bodeniono.

Anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo mengku bangga dengan SBY. Meski kebijakan pemerintahan sebelumnya disebut-sebut sebagai penyebab melemahnya nilai tukar oleh anak buah Jokowi, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, namun SBY menangapainya dengan santai.

SBY sebeliknya memberikan solusi untuk pemerintah Jokowi-JK dalam mengatasi permasalahan bangsa, khususnya mengatasi melemahnya tukar rupiah terhadap dola AS.


"Saya rasa apa yang dilakukan Pak SBY patut dicontoh, karena meski bukan kepala negara beliu masih berfikir untuk kebaikan bangsa. Meski sudah dituding pemerintahan SBY penyebab sebagai melemahnya tukar nilai dolar, tapi Pak SBY tetap tidak pedulikan,  sebaliknya Pak SBY bersedia memberikan masukan kepada pemerintahan Jokowi," beber Sartono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Jumat, 19/12).

Sartono berharap pemerintah Jokowi dapat meniru langkah yang dilakukan SBY dalam menghadapi pemermasalahan bangsa, salah satunya tidak menyalahkan orang lain. Justru sebaliknya ia merangkul semua tokoh nasional, dan bertemu untuk pimpinan kepala lembaga negara, seperti DPR, BPK, MPR RI.

Cara lain yang dilakukan SBY yakni saat menjadi Ketua APEC pada Oktober 2013 dengan menyampaikan tantangan berat Indonesia, diantara lain berupa pelambatan pertumbuhan, menurunya nilai tukar, jatuhnya harga komoditas pertanian dan mineral. Pada saat itu pula BY juga sudah memperkirakan pada tahun 2014 nilai tukar rupiah mencapai Rp.12.000 per dolar AS.

"Jadi kita harapkan pemerintahan Jokowi harus mampu menciptakan kekompkan dan kebijakan yang tepat dalam mengatasi permasalahan, bukan malah menyalahkan. Saya rasa siapa pun bilamana diminta bantuan untuk kepentingan bangsa akan siap selalu," tagasnya.

Kembali dikatakan Sartono, ketika pemerintahan SBY tengah menghadapi masalah, yang dilakukan SBY tidak menyalahkan pemerintahan sebelumnya. "Itu patut ditiru oleh pemerintahan Jokowi. Ketika memimpin bangsa dan terkena masalah, SBY tidak menyalahkan pemerintahan sebelumnya dipimpin Megawati Soekarnoputri, Gus Dur dan sebagainya. SBY lebih memilih menyelesaikan masalah daripada mencari kambing hitam," tandasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menilai melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS saat ini akibat residual kebijakan yang tidak dilakukan pada masa lalu. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya