Berita

Dunia

Malala Yousafzai Hingga Barack Obama Satu Suara Kecam Serangan Pakistan

RABU, 17 DESEMBER 2014 | 17:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tragedi penyerangan sadis kelompok Taliban ke sebuah sekolah Peshawar yang menewaskan lebih dari 130 siswa di Pakistan awal pekan ini memicu simpati dan kecaman dari sejumlah tokoh internasional.

"Hati saya hancur oleh tindakan berdarah dingin tidak masuk akal dan teror di Peshawar yang membentang di depan kita. Saya mengutuk tindakan mengerikan dan pengecut ini," kata aktivis pendidikan yang juga peraih Nobel Malala Yousafzai.

Sementara itu Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif segera menyerukan tiga hari berduka atas tragedi tersebut.


"Ini adalah tragedi nasional. Mereka adalah anak-anak saya. Ini adalah kehilangan saya," kata Nawaz seperti dikabarkan Al Jazeera.

"Serangan Peshawar jelas merupakan tindakan pengecut. Pemerintah berkolaborasi dengan militer akan mengambil keputusan untuk melawan terorisme. Kita tidak akan berhenti hingga terorisme dihentikan," sambungnya.

Selain itu Perdana Menteri India Narendra Modi dengan tegas mengecam serangan Taliban tersebut.

"Ini adalah tindakan yang tidak masuk akal atas kebrutalan yang tak terkatakan yang telah merenggut nyawa orang-orang yang paling tidak bersalah, yakni anak-anak di sekolah mereka," kata Modi.

Ungkapan senada pun juga keluar dari Gedung Putih. Dalam pernyataannya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam serangan yang terjadi dan berdoa bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan.

"Kita berdiri dengan warga Pakistan dan menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat untuk mendukung pemerintah Pakistan dalam upaya memerangi terorisme dan ekstrimisme serta mempromosikan perdamaian serta stabilitas di kawasan tersebut," tandasnya. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya