Berita

Djan Faridz

Wawancara

WAWANCARA

Djan Faridz: Tim Khusus Percepat Islah Di Tubuh PPP Sudah Dibentuk

RABU, 17 DESEMBER 2014 | 10:53 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar VIII di Jakarta, Djan Faridz berharap, dualisme kepemimpinan di internal Partai Kabah segera diakhiri.

Bekas Menteri Perumahan Rakyat itu membuka ruang islah dengan PPP versi Muktamar di Surabaya yang dipimpin Romahurmuziy alias Romy.

"Mereka bagian dari PPP, Insya Allah bisa bergabung kembali. Kami terbuka untuk mereka kembali ke jalan yang benar," kata Djan Faridz kepada Rakyat Merdeka di  di Jakarta, Senin (15/12).


Djan Faridz mengungkapkan, mayoritas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP se-Indonesia sepakat untuk mengembalikan soliditas kepemimpinan internal partai. Makanya sudah dibentuk tim khusus untuk menengahi dan mempercepat islah di tubuh PPP.

"Sudah ada tim diskusi untuk mengembalikan mereka ke rumah besar umat Islam. Kembali melanjutkan cita-cita perjuangan PPP," paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Sebelum terjadi dualisme kepemimpinan, DPP PPP telah melakukan islah, tapi konflik lagi. Kenapa begitu?
Islah memang sudah pernah terjadi. Tapi, masih ada yang salah mengerti tentang prosesnya. Mudah-mudahan, mereka mau mengerti dan berusaha untuk memahami. Kami masih terbuka untuk mereka kembali ke jalan yang benar.

Bagaimana upaya komunikasi yang dilakukan?
Sejauh ini komunikasinya berjalan bagus, nggak ada masalah. Semua teman kok.

Adakah batas waktu untuk merealisasikan niat tersebut?
Mayoritas peserta Mukernas PPP yang lalu menginginkan, islah terlaksana sebelum keluarnya putusan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Ini bertujuan untuk menjaga keutuhan partai, mencegah adanya pihak yang tersakiti dengan putusan tersebut. Alangkah baiknya jika masalah ini bisa diselesaikan sebaik-baiknya.

Pemerintah sejauh ini berpihak kepada siapa?
Saya tidak melihat pemerintah berpihak ke kanan atau ke kiri. Saya percaya, pemerintah berdiri di tengah. Sejauh ini, mereka mematuhi hukum. Buktinya, Menkumham mematuhi putusan PTUN.
 
Apakah tidak ada kecurigaan atau antisipasi terhadap intervensi pemerintah?
Nggak. Saya tidak melihat adanya intervensi.

Sebagian kalangan menduga pemerintah 'bermain' di tengah kekisruhan di PPP dan Golkar. Komentar Anda?
Rakyat Indonesia yang nggak mengerti politik, mungkin melihat adanya campur tangan pemerintah di PPP dan Golkar. Tapi, saya nggak melihat itu.
 
Yang terjadi adalah adanya ambisi kekuasaan dari sekelompok oknum di internal partai yang ditunggangi oleh "tanda petik".

Siapa tanda petik yang Anda maksud?
Soal itu kami nggak boleh bicara. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya