Berita

Politik

Rupiah Ambruk Momentum Rombak Tim Ekonomi

SELASA, 16 DESEMBER 2014 | 21:29 WIB | OLEH: SYA'RONI

SEBETULNYA ada harapan besar terhadap penguatan rupiah saat Jokowi dilantik menjadi Presiden. Sayang momentum tersebut sirna seiring dengan terjadinya bargaining bagi-bagi kursi kabinet. Pasar makin kehilangan kepercayaanya saat mengetahui personil Tim Ekonomi bukanlah figur-figur terbaik dan bahkan jauh dari harapan.

Kini rupiah terjun bebas ke level Rp 13.000 per dolar AS. Bahkan banyak yang memprediksi loyonya rupiah akan terus berlanjut ke level Rp. 16.000 per dolar AS.

Situasi ini mestinya menjadikan Tim Ekonomi segera membunyikan lonceng bahaya dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Tapi sayang, yang terjadi sebaliknya. Tim Ekonomi seolah tidak memahami permasalahan yang dihadapi.


Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa pernyataan Menko Perekonomian Sofyan Djalil, seperti bahwa merosotnya rupiah diikuti merosotnya mata uang regional karena dolar pulang kampung, ternyata salah besar karena dolar tidak mampu menggoyahkan nilai mata uang India Rupee.

Atau pernyataan merosotnya rupiah akibat warisan pemerintahan sebelumnya pun juga tidak tepat, karena pemerintahan sebelumnya meninggalkan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Dan pernyataan rupiah melemah menguntungkan ekspor, juga seakan menutup mata bahwa harga komoditas yang diekspor juga merosot tajam seiring dengan menurunnya harga minyak dunia.

Dengan ketiga fakta di atas membuktikan bahwa Tim Ekonomi gagal memahami fenomena merosotnya nilai rupiah. Tim Ekonomi mestinya membuka mata bahwa anjloknya rupiah terjadi setelah kebijakan menaikkan BBM.

Fundamental ekonomi yang sudah bagus dengan mudahnya dihancurkan oleh kenaikan BBM yang terlalu tinggi. keadaan makin parah karena inflasi yang mengikutinya ternyata di luar ekspektasi.

Oleh karena itu, untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia, Jokowi harus segera mengganti Tim Ekonomi. Jokowi harus bertindak sebagai presiden sejati yang memiliki hak prerogratif memilih menteri tanpa intervensi siapa pun.[***]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya