Berita

Hukum

Abraham Samad: Penarikan Jaksa Mengganggu Ritme Pemberantasan Korupsi

SENIN, 15 DESEMBER 2014 | 22:09 WIB | LAPORAN:

Rencana Kejaksaan Agung memanggil jaksa-jaksa yang ditugaskan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikritik Abraham Samad. Ketua KPK menganggap rencana itu akan mengganggu kinerja pemberantasan korupsi.

"Jaksa-jaksa yang sudah ditempatkan di KPK adalah jaksa-jaksa yang sudah mempunyai komitmen yang kuat, punya integritas yang kuat. Jadi kalau tiba-tiba saja ditarik dan ternyata kekosongan itu tidak diberikan, berarti itu juga sebenarnya mengganggu ritme pemberantasan korupsi," kata Samad di Kantor KPK Jakarta, Senin (15/12).

Samad berharap Korps Adhyaksa benar-benar berpikir terkait rencana tersebut. Sebab, dampaknya akan mengganggu kasus-kasus yang penanganannya sudah berjalan.


Disisi lain, Samad belum mau menyimpulkan penarikan para jaksa itu sebagai upaya melemahkan KPK. Dia lagi-lagi cuma bilang penarikan jaksa akan mengganggu ritme KPK.

Samad jelaskan, membangun integritas jaksa di KPK tidak mudah dan perlu waktu. Salah satunya untuk melakukan penyesuaian terhadap kasus-kasus yang ditangani.

"Itu yang menurut saya mengganggu ritme," sambungnya.

Samad juga mengatakan KPK tidak bisa bekerja sendiri dalam memberantas korupsi. Perlu ada dukungan dari lembaga penegak hukum lain.

Seperti diketahui, ada 96 jaksa dari Kejaksaan yang ditempatkan di KPK. Pihak Kejaksaan belum menyebut secara detil berapa banyak jaksa yang akan ditarik.

Keinginan Kejaksaan untuk menarik kembali jaksa-jaksa di KPK karena banyaknya kasus yang mereka tangani. Dengan menarik jaksa-jaksa yang berkualitas maka akan semakin memperkuat kinerja Kejaksaan. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya