Berita

Hukum

SUAP PILKADA TAPTENG

Kata Panitera MK, Bukan Akil yang Tentukan Tapi Mahfud MD

SENIN, 15 DESEMBER 2014 | 16:14 WIB | LAPORAN:

Sekitar dua jam lamanya Panitera Mahkamah Konstitusi (MK), Kasianur Sidauruk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap sengketa pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tapanuli Tengah (Tapteng). Kasianur menjadi saksi untuk tersangka yang juga Bupati Tapteng non-aktif, Bonaran Situmeang.

"Kita hanya mau didengar keterangannya terkait proses peeriksaan untuk Raja Bonaran Situmeang itu," kata dia usai diperiksa di Kantor KPK Jakarta, Senin (15/12).

Kasianur menjelaskan sengketa Pilkada Tapteng dimohonkan ke MK sekitar tahun 2011. Kepada penyidik Kasianur mengaku menceritakan soal tahapan-tahapan persidangannya. Saat itu, tahapan persidangan merupakan kebijakan dari pimpinan, dalam hal ini Mahfud MD.


"Bukan pak Akil. Ketika itu (Pimpinan MK) pak Mahfud," jelas dia.

Adapun tahapan persidangan yang dimaksud adalah pembagian tugas dari setiap hakim panel yang menangani perkara itu. Menurutnya, semua berjalan sesuai prosedur. Tak ada yang dipilih-pilih.

"Tidak ada yang aneh. Kita sampaikan sejauh itu kok. Hanya prosesnya itu kan sesuai ketentuan hukum acara," demikian Kasianur.

KPK sebelumnya telah menetapkan Bupati Bonaran Situmeang sebagai tersangka perkara suap dalam pilkada Tapanuli Tengah pada 19 Agustus 2014 lalu. Bonaran disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dugaan suap di MK dengan terdakwa Akil Mochtar.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya