Matoa merupakan tanaman asli khas Papua. Namun nama matoa sendiri berasal dari kepulauan Maluku. Di berbagai tempat nama matoa mempunyai julukan berbeda-beda, sesuai dengan daerah tinggal buah matoa, seperti di Sumatera buah matoa sering disebut dengan pakam, kasai atau kungkil, di Kalimantan buah ini dipanggil pakam kasai gunung atau kungkil. Dan di Sulawesi buah matoa diberi nama latut, nautu, kase dan landing.
Pohon matoa sendiri tumbuh dengan batang yang besar dan memiliki tinggi rata-rata mencapai 18 meter, dengan diameter rata-rata 100cm. Buah yang memiliki nama latin pometia pinnata ini mempunyai bentuk kecil dan berwarna hijau ketika masih muda. Saat sudah matang buah ini akan berwarna kuning kehitaman. Buah matoa memiliki kulit yang keras di luarnya.
Buah matoa ini memiliki rasa seperti campuran antara kelengkeng dan rambutan bahkan seperti durian. Buah matoa ini kaya akan vitamin C dan vitamin E sehingga buah matoa sangat bermanfaat untuk Kesehatan. Karena rasanya yang enak, buah ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi hingga mencapai Rp.40.000 per kilogramnya.
Kandungan vitamin C dalam buah matoa bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas yang menyerang system kekebalan tubuh. Vitamin C juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit.
Kandungan vitamin E pada buah matoa juga dapat membantu meringankan stress, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kesuburan serta meminimalkan resiko terserang penyakit kanker serta penyakit jantung koroner.
Vitamin E dalam buah matoa juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit dengan cara menjaga serta meningkatkan kelembapan serta elastisitas kulit. Vitamin E juga beranfaat sebagai antioksidan yang bertugas menjaga tubuh dari serangan radikal bebas yang bisa merusak serta menggerogoti sel-sel tubuh. [zul]