Berita

Partai Hanura

Wawancara

WAWANCARA

Patrika S Andi Paturusi: Tak Ada Lagi Riak Di Partai, Ketika Wiranto Menyatakan Maju Di Munas

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kondisi di internal Partai Hanura sempat memantik riak-riak kecil jelang HUT partai yang ke 8 dan Munas yang dijadwalkan digelar pada Januari 2015.

Namun suasana itu kembali adem ketika Ketua Umum Partai Hanura Wiranto merespons per­mintaan mayoritas kader Hanura agar dirinya kembali maju dan memimpin partai.

Sempat ada riak-riak kecil ka­rena mungkin tidak paham jika ma­sih banyak kader Hanura yang me­minta Ketum maju lagi. Tapi se­­telah Ketum memper­tim­bang­kan dan menyatakan maju, tidak ada lagi riak-riak itu,” kata Ketua DPP Hanura, Patrika S Andi Pa­turusi kepada Rakyat Merdeka, Senin (8/12) malam.


Politisi yang akrab disapa Ang­gie ini optimistis, tidak akan ada faksi jelang HUT Hanura pada  21 Desember dan Mu­sya­warah Nasional (Munas) pada Januari 2015.

Di bawah kepemimpinan Pak Wiranto, kader Partai Hanura solid dalam satu barisan,” kata­nya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Anda yakin di internal tidak ada faksi-faksi jelang Munas nanti?
Memang sempat ada riak-riak kecil karena mungkin tidak pa­ham jika masih banyak kader Ha­nura yang meminta Ketum maju lagi. Tapi setelah Ketum mem­per­timbangkan dan menyatakan maju, tidak ada lagi riak-riak itu. Kini jadi solid.

Saya optimistis, kader Partai Hanura solid dalam satu barisan, ti­dak ada faksi jelang HUT Ha­nu­ra pada 21 Desember 2014 dan Munas Januari  2015.

Soliditas di internal Partai Ha­nura masih  terjaga dengan baik. Ini tidak terlepas dari peran dan kepemimpinan Pak Wiranto.

Kapan Wiranto menyam­pai­kan siap maju lagi?
Beliau sampaikan pada rapat Badan Pengurus Harian (BPH) DPP Hanura.

Apa benar ada suara-suara di internal partai yang men­do­rong Hanura dipimpin gene­ra­si muda?
Ya. Pada rapat BPH ada yang ke­mukakan hal tersebut. Kemu­di­an Ketua umum membuka ke­sem­patan bagi kader muda Ha­nura yang ingin tampil di Munas nanti. Tapi menurut saya belum saat ini.

Saya malah berharap, nanti se­te­lah Munas ada beberapa wa­ke­tum (Wakil Ketua Umum). Me­reka yang dipersiapkan ketum un­tuk jadi calon-calon Ketua Umum Partai Hanura di masa men­datang.

Seberapa besar peluangnya jika Wiranto maju?
Karena banyak kader Hanura yang meminta Ketua Umum un­tuk maju lagi, tentu saja pe­luang­nya paling besar.

Bagaimana mekanisme pe­mi­lihan dalam Munas nanti, apa membuka ruang bagi calon lain atau aklamasi?
Proses mekanisme pemilihan akan berjalan secara demokratis. Pak Wiranto  dan DPP Partai Ha­nura tidak membatasi siapapun kader yang ingin maju jadi calon ketum.

Jadi, boleh saja jika ada yang mau maju, asal mendapat du­kung­an dan memenuhi syarat serta mengikuti mekanisme partai.

Bagaimana jika nanti ada calon Ketua Umum dari kader muda?
Urgensi calon ketum dari ka­langan muda itu memang penting sebagai wujud kaderisasi dan re­generasi kepemimpinan, sepan­jang ada anak muda yang siap.

Maksud Anda belum ada kader muda Hanura yang siap tampil?
Sampai saat ini belum ada ka­der muda Hanura yang me­nya­ta­kan diri secara terbuka untuk maju. Belum ada artinya bukan be­lum siap.

Selain memilih ketua umum, agenda apa saja yang akan di bahas di Munas?
Yang utama agendanya me­mi­lih Ketua Umum. Selain itu, me­nyu­sun program kerja partai lima tahun ke depan. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya