Berita

kbri moscow

Dunia

Mahasiswa Indonesia di Rusia Ikut Gelar Pekan Kebudayaan

RABU, 10 DESEMBER 2014 | 13:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

The People’s Friendship University of Russia atau Rossiiskii Universitet Druzhby Narodov (RUDN) menggelar acara pembukaan Pekan Kebudayaan Mahasiswa Asia ke-17 di aula Gedung RUDN pada tanggal 8 hingga 12 Desember.

Pembukaan acara tersebut digelar pada Selasa (9/12) dan dihadiri oleh dua orang Wakil Rektor RUDN yakni Gladush Alexander Dmitrievich dan Olga Valentinovna Andreeva, sejumlah Duta Besar ASEAN, mahasiswa Rusia dan mahasiswa asing serta masyarakat umum.

Tak ketinggalan, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Djauhari Oratmangun juga hadir dalam acara tersebut. Ia bahkan mendapat kehormatan untuk menggunting pita bersama dengan Wakil Rektor RUDN, Olga Valentinovna Andreeva sebagai bentuk simbolis pembukaan acara.


"Saat ini adalah abad Asia, dan Rusia merupakan bagian dari Asia," ujarnya dalam pidato sambutannya mewakili para Duta Besar dari kedutaan besar negara-negara Asia di Rusia.

Dalam acara tersebut terdapat 13 booth budaya, yang merepresentasikan negara-negara asal para mahasiswa asing yang belajar di RUDN. Negara-negara yang turut menampilkan booth di acara tersebut adalah Indonesia, Tiongkok, Afghanistan, Mongolia, India, Bangladesh, Nepal, Srilanka, Malaysia, Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam.

"Mahasiswa Indonesia selalu aktif dalam setiap acara, terlepas dari jumlahnya yang tidak banyak, namun selalu berperan dalam setiap konferensi, seminar dan pameran budaya," kata Olga Valentinovna ketika mengunjungi booth Indonesia.

Selain memamerkan booth, sejumlah agenda juga dipersiapkan dalam acara tersebut, antara lain adalah round table discussion dengan tema, ‘Asia Modern: masalah dan tendensi perkembangannya’, pameran berbagai diaspora Asia, pemutaran film-film dokumenter tentang negara-negara Asia. Puncak kegiatan sekaligus penutupan dilaksanakan dengan acara Malam Budaya Asia dalam bentuk konser seni dan budaya, pada tanggal 12 Desember mendatang.

Menurut informasi dari KBRI Moscow yang diterima redaksi, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di RUDN sebanyak 15 orang, meliputi, 8 orang yang mengenyam pendidikan tingkat S1, 4 orang S2, dan 3 orang S3.

RUDN (The People’s Friendship University of Russia) merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Rusia, menurut Kementerian Pendidikan Rusia, selain Moscow State University, dan Saint Petersburg University. RUDN memiliki 57 program dan sekitar 35.000 mahasiswa. Sementara itu, mahasiswa yang berasal dari Asia sebanyak 1600 orang, dan mahasiswa yang terbesar berasal dari RRT sebanyak 800 orang.

Sebagai informasi, Universitas ini juga berdiri atas prakarsa Presiden pertama Soekarno pada era lalu kepada Uni Soviet. Pada tahun 1960, Nikita Khruscev mengadakan kunjungan balasan Soekarno ke Yogyakarta dan menyampaikan pengumuman pembukaan Universitas Persahabatan Antar Bangsa di Moskow, atau dulu sempat disebut juga Universitas Patrice Lumumba. Hal ini juga pada masa itu sebagai undangan terbuka Khruscev kepada Mahasiswa Indonesia untuk belajar di Universitas Persahabatan Antar Bangsa dengan beasiswa Pemerintah Uni Soviet. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya