Berita

KPK, Tangkap Calon Dirjen Pajak Pemilik Rekening Gendut!

SELASA, 09 DESEMBER 2014 | 21:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Jakarta (PMJ) menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Dirjen Pajak.

Dalam orasinya mereka meminta agar peserta lelang jabatan dirjen pajak yang punya rekening gendut segera ditangkap dan dicoret dari daftar peserta lelang. Para mahasiswa ini juga membawa foto-foto peserta lelang jabatan dirjen pajak yang mempunyai rekening gendut.

"Kami meminta KPK menangkap nama-nama yang terindikasi kuat punya rekening gendut dan mafia. Pansel juga harus mencoret  mereka," ujar Presidium Perhimpunan Mahasiswa Jakarta, Rahmat Sholeh di KPK, Jakarta (9/12)


"Sangat naif jika KPK tidak segera menangkap mereka, karena nama-nama mereka sudah masuk KPK dan mengherankan sekali kenapa pansel juga meloloskan mereka," katanya.

PMJ meminta nama-nama yang sudah diserahkan ke KPK dipecat dari jabatan mereka saat ini.

"Kami juga meminta agar Kemenkeu memecat mereka yang punya rekening gendut dari pejabat di dirjen pajak,” tegasnya.

Seoerti diketahui, hingga saat ini, ada sebelas peserta yang dinyatakan lolos seleksi penulisan makalah untuk memperebutkan kursi Dirjen Pajak. Mereka antara lain Catur Rini Widosari (Direktur Keberatan dan Banding), Dadang Suwarna (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan), Muhammad Haniv (Kepala Kantor Wilayah Banten), serta Poltak Maruli John Liberty Hutagaol (Direktur Peraturan Perpajakan II).

Selain itu, ada juga Sigit Priadi Pramudito (Kepala Kanwil Wajib Pajak Besar), Edi Slamet Irianto (Kepala Kanwil Jawa Tengah I), Ken Dwijugiasteadi (Kepala Kanwil Jawa Timur I), Wahju Karya Tumakaka (Direktur Transformasi Proses Bisnis), Puspita Wulandari, Suryo Utomo, dan Rida Handanu.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya