Berita

ilustrasi pengungsi suriah/net

Dunia

Amnesty International: Negara-negara Kaya Gagal Bantu Pengungsi Suriah

SABTU, 06 DESEMBER 2014 | 13:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Negara-negara kaya dinilai gagal membantu jutaan pengungsi Suriah yang terlantar akibat konflik dalam negeri yang terjadi.

Para pengungsi yang berupaya menyelamatkan diri dari konflik di tanah airnya sejauh ini banyak melarikan diri ke negara-negara tetangga.

"Sekitar 3,8 juta pengungsi dari Suriah berada di lima negara utama di kawasan ini: Turki, Lebanon, Yordania, Irak, dan Mesir," kata Kelompok hak asasi yang berbasis di London, Amnesty International dalam sebuah pernyataan pada Jumat (5/12).


Amensty International menyayangkan kurangnya perhatian dari negara-negara kaya seperti Rusia, Tiongkok, serta negara-negara di Teluk Arab atas nasib para pengungsi Suriah. Mereka tidak menawarkan tempat pemukiman bagi para pengungsi Suriah.

Uni Eropa secara keseluruhan, kecuali Jerman, sebenarnya telah berjani untuk membantu para pengungsi Suriah. Namun mereka hanya berjanji untuk membantu sekitar 0,17 persen pengungsi yang tinggal di perbatasan Suriah.

"Tidak adanya janji pemberian pemukiman dari negara-negara Teluk sangat memalukan. ikatan linguistik dan agama semestinya menempatkan negara-negara Teluk di garis terdepan yang menawarkan tempat penampungan," kata kepala Amnesty Internasional yang menangani pengungsi dna hak-hak migran, Sherif Elsayed-Ali.

Karena itulah Amnesty Internasional menyerukan pentingnya pemberian batuan pemukiman bagi lima persen pengungsi Suriah pada akhir tahun ini dan lima persen lagi pada tahun depan.

Rencana itu sekaligus dapat mengamodir sekitar 380 ribu pengungsi yang tercatat oleh PBB sebagai pengungsi yang rentan termasuk anak-anak dan korban penyiksaan.

"Mereka yang memiliki kemampuan ekonomi untuk melakukannya harus memainkan peran yang lebih besar," tandasnya seperti dikabarkan Al Jazeera. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya