Berita

susilo bambang yudyoyono/net

Politik

PERPPU PILKADA LANGSUNG

Denny JA: SBY Ditelikung Golkar Versi Bali

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 11:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat SBY tentu tidak akan diam menghadapi pengkhianatan Partai Golkar dan Koalisi Merah Putih (KMP) terkait Perppu Pilkada Langsung.

"SBY sangat dipemalukan oleh ulah Golkar versi Bali," ujar pendiri Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, hari ini (Jumat, 5/12).

Perppu Pilkada langsung merupakan salah satu legacy atau peninggalan SBY dan merupakan salah stau janji penting yang pernah dia sampaikan kepada rakyat.

"Itu adalah respon SBY atas blunder (yang pernah dilakukan) Demokrat," sambungnya merujuk pada aksi walkout Fraksi Demokrat saat voting UU Pilkada beberapa bulan lalu.

Aksi WO Demokrat itu membuat UU Pilkada yang menyatakan pilkada dilakukan oleh DPRD lolos. Buntutnya, SBY menuai keceman dan dianggap membunuh demokrasi.

Untuk menyelamatkan legacy yang hendak ditinggalkannya, SBY mengeluarkan Perppu Pilkada Langsung. Tetapi Perppu itu harus dituntaskan menjadi UU oleh Parlemen periode 2014-2019.

SBY menempuh segala cara agar reputasinya tidak buruk. Akhinya ia sepakat dengan KMP sejauh perppu itu didukung. Begitu bangganya SBY dengan kesepakatan KMP itu, sehingga ia sendiri membuat serial tweet, yang dikutip media secara luas.

"Kini SBY seolah ‘dikentuti’ begitu saja oleh pemimpin KMP. Seolah ‘habis manis sepah dibuang.’ SBY seolah tak dianggap penting lagi," sambung dia.

Menurut hemat Denny JA ini adalah blunder paling fatal yang "memakan bangkai kawan seperjuangan." SBY masih powerful dan dicintai rakyat untuk ikut bereaksi. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya