Berita

darya embarek selma

Sudah Hampir Satu Tahun Darya Disekap

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 00:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wanita berusia 25 tahun Darya Embarek Selma disekap hampir setahun lamanya. Dia tidak seberuntung Majouba Mohamed Hamdidaf yang sempat disekap selama 90 hari dan berhasil melarikan diri.

Kasus Darya, seperti halnya kasus Mahjouba, terjadi di kamp Tindouf di Aljazair yang dikuasai kelompok Polisario.

Darya disekap oleh keluarganya dan Polisario agar tidak kembali ke Tenerif, Kepulauan Kanari, tempat dia menetap sejak 2001 lalu.


Darya tadinya adalah salah satu aset Polisario. Dia berkunjung ke Kepulauan Kanari pada tahun 2001 sebagai bagian dari propaganda Polisario yang diberi judul liburan dalam damai.

Pada bulan Januari 2014 ia berkunjung ke Tindouf untuk bertemu keluarganya. Saat hendak kembali ke Spanyol untuk melanjutkan pendidikan tinggi, ia dilarang pergi.

Dewan Kota Tenerif dilaporkan sudah meminta agar Polisario membebaskan Darya. Sementara sebuah petisi online berjudul "Free Darya" juga sudah diluncurkan.

Asosiasi untuk Promosi Kebebasan Dasar (APLF) dari Prancis juga mengecam penyekapan Darya itu. Dalam pernyataan yang dikirimkan ke Maghreb Arab Press, Wakil Presiden APLF Christophe Boutin mengecam penyekapan yang melibatkan Polisario itu.

APLF juga mempertanyakan tanggung jawab Aljazair berkaitan dengan pelanggaran HAM yang terjadi di  wilayah hukum negara itu.

Boutin mendesak Polisario memberikan kemerdekaan kepada DArya untuk meninggalkan kamp Tindouf dan berharap UNHCR mengunjungi keluarga Darya. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya