Berita

Susi Pudjiastuti

Top, Menteri Susi Ready Bom Kapal Pencuri Ikan

Tweeps: I Love You Tante
RABU, 03 DESEMBER 2014 | 08:46 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tweeps senang mendengar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta aparat keamanan  menenggelamkan kapal asing pencuri ikan dengan cara dibom. Doaarrr.

Di jejaring sosial Twitter, account @bambangts mendukung penuh usul Menteri kelahiran Panganda­ran, 15 Januari 1965 ini.  Joss, ma­kin cepat makin baik bu,” kicaunya.

Account @IvanLhardja mengaku, senang mendengar rencana anggota kabinet kerja  yang juga pemilik PT ASI Pudjiastuti Marine Product itu.


Wuiihh, I love you tante Susi,” celotehnya.

Account @maswiier bahagia me­ngetahui Menteri anak tuan tanah di daerah Pangandaraan ini mengusul­kan proyek radikal, menengge­lam­kan kapal nelayan asing pencuri ikan. Suangaaar nih bu Menteri, top,” tweetnya.

Account @railfansdaop09 berha­rap, usul Menteri Susi bisa mencip­takan efek jera bagi nelayan asing yang kerap mencuri ikan di perairan Nu­santara.  

Ini tanda Indonesia se­ma­kin gre­get menjaga kedaulatan laut­nya,” katanya.

Account @19Deviezta tak sabar ingin melihat aparat keamanan Indo­nesia mengebom kapal asing yang mencuri ikan secara ilegal. Kalau bisa bulan ini sudah ada yang di­bom,” cetusnya.

Account @degon berpendapat, langkah menenggelamkan kapal dengan cara mengebom lebih cepat dan efektif, ketimbang membakar.

Kalau eksekutornya TNI, nggak ele­gan dong tengelamkannya deng­an cara manual disulut bensin. Yang betul emang dibom, doaarr,” ujar­nya.

Account @gus34 mengusulkan, aparat TNI mendokumentasikan proses pengeboman. Menurutnya, hasil rekaman pengeboman dibuat film dokumenter.

Jadikan target latihan tembak ka­pal TNI AL dan TNI AU saja, he­he,” kelakarnya.

Account @HyldhanFulthoni meminta, perlengkapan pengebo­man TNI untuk menenggelamkan kapal asing pencuri ikan diproduksi perusahaan dalam negeri. Bravo Indonesia,” kicaunya.

Account @mantriss menya­ran­kan, aparat TNI dan Polri mem­beri kesempatan kepada nelayan asing untuk melompat ke laut sebelum ka­palnya dihancurkan.

Tunggu awak­nya gemetar, terus nyebur ke lautan baru ditenggelam­kan,” sarannya.

Berbeda, Tweeps @An­di_seke­luar­ga menilai, usul Menteri Susi terlalu berlebihan. Menurutnya, apa­rat tak perlu buang-buang amunisi hanya untuk menenggelamkan kapal nelayan pencuri ikan.

Sebegitu teganya dirimu bu Men­teri,” protes­nya.

Tweeps @MeityNg menilai, usul Menteri Susi justru membahayakan ke­selamatan ikan-ikan di dalam lau­tan. Sebab, bahan bom yang mele­dak akan mencemari lingkungan.

Kalau dibom ikannya ikut mati bu, sayang ikan dan bomnya,” kata­nya.

Tweeps @D34t4m4 mengingat­kan, cara Menteri Susi menindak ka­pal asing pencuri ikan tidak elegan. Soalnya, berpotensi menghabiskan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sayang bu bomnya. Mending buat stok perang. Kapalnya bolongin aja, ntar juga tenggelem sendiri. Inti­nya nenggelamkan kapal jangan ba­nyak makan anggaran,” ingatnya.

Tweeps @  @jedemar mewanti-wanti Menteri Susi tidak memakai sepeserpun uang negara hanya un­tuk proyek menenggelamkan kapal nala­yan asing.

Jangan pake sepeserpun duit RI. Suruh saja ABK maling ikan yang tenggelamin kapal mereka sendiri. Jadi menteri pake akal donk, jangan asal jeplak,” ketusnya.

Tweeps @NUGROS13 meni­lai, wacana Menteri penerus Fadel Mu­hammad dan Sharif Cicip Su­tardjo itu hanya pencitraan.  Heboh doank kau bu,” sindirnya.

Tweeple @Rohmat buchori yang memilih ber­sikap netral mengusul­kan, kapal-ka­pal nelayan asing yang ketangkap pen­curi ikan tidak dibu­mihangus­kan.

Sebaiknya disita saja untuk ko­perasi nelayan,” imbaunya.

Menteri Susi punya usulan agar ka­pal asing pelaku pencurian ikan (il­legal fishing) bisa langsung di­bom, lalu ditenggelamkan. Selama ini cara sederhana menenggelamkan ka­pal adalah dengan cara dibakar.

Pe­nenggelaman kapal, dibom saja kali,” tegas Susi di kantor Men­ko Per­ekonomian, Jakarta, kemarin.

Namun, jelas dia, pemboman pada kapal asing itu bukan berarti mereka di­bom selagi ada awaknya. Tetapi se­­telah dievakuasi para awaknya, ka­pal itu baru dibom untuk diteng­ge­lamkan.

Meski menuai kritik teru­tama dari negara tetangga Malaysia, Susi me­ngatakan upaya yang dila­ku­kannya memiliki dasar hukum. Ia juga me­nyatakan, TNI AL su­dah siap untuk melakukan eksekusi ter­hadap kapal-kapal asing yang men­curi ikan di perairan Indonesia.

Kita kan ada Undang-Undangnya dan Pak KSAL sudah ready kok. Itu kan kata media (Malaysia-red). Se­ha­rusnya di-­counter oleh media (kita) juga. Go­verment dengan goverment, media dengan media,” tegas Susi.

Penegakan hukum yang tegas, me­nurut Susi, perlu dilakukan teruta­ma mengingat dalam satu bulan ter­akhir saja sudah lebih dari 150 ka­pal ilegal yang memasuki perairan In­donesia. Dengan MoU yang telah dilakukannya dengan TNI AL, Susi merasa lebih lega.

Menteri Koordinator bidang Ke­maritiman Indroyono Soesilo me­ngatakan, mekanisme penembakan bisa langsung dieksekusi pihak Ke­menterian Kelautan dan Perika­nan dengan menggunakan peluru ber­kaliber 12.17 mm.

Nanti kalau ada kejadian baru kita beri tahu. Banyak cara, dibo­longin juga tenggelam kok. Kapal ikan itu bukan kapal besar,” tutur­ Soesilo. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya