Berita

Tiga WNI Korban Insiden Oryong Diselamatkan Kapal Nelayan

SELASA, 02 DESEMBER 2014 | 23:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Sebanyak 35 dari 60 ABK kapal Oryeong 501 yang tenggelam di Laut Bering, Rusia Senin (1/12) siang merupakan WNI. KBRI di Seoul memastikan sejauh ini baru tiga WNI yang berhasil diselamatkan.

"Ketiga WNI diselamatkan kapal nelayan Rusia, Carolina 77 dan kapal nelayan Korea-Rusia, Zaliv Zabiyaka," terang Kepala Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Seoul, Adriansyah kepada redaksi (Selasa, 2/12).

Sampai saat ini, jelasnya, sudah tujuh kru Oryeong yang berhasil diselamatkan, yakni tiga orang warga Philipine, satu orang warga Rusia dan tiga WNI.


Oryeong 501, kapal penangkap ikan jenis trawler tenggelam di Laut Bering, Rusia, kemarin sekitar pukul 14.00 atau pukul 12.00 waktu Korea. Kru yang berada dalam kapal yakni 35 orang WNI, 13 orang warga Phillipine, 11 orang warga Korea, dan seorang warga Rusia. Kapal berangkat tanggal 10 Juli 2014 pukul 14.00 waktu Korea dari Pelabuhan Busan menuju Rusia. Para ABK ditugaskan melakukan fishing 40-50 hari terhitung sejak ketibaan mereka di Laut Bering sekitar akhir bulan November. Oleh karena itu, mereka seharusnya dijadwalkan kembali lagi ke Korea bulan Januari 2015.

Ardiansyah mengatakan KBRI Seoul terus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Korea guna memastikan kondisi para awak kapal termasuk upaya penyelamatan yang dilakukan. KBRI Seoul juga berkoordinasi dengan Kepolisian/Coast guard, perusahaan pemilik kapal, dan KBRI Moskow mengingat tempat kejadi berada di wilayah Rusia.

"Mengenai nama-nama dari awak kapal, saat ini KBRI Seoul dan Kementerian Luar Negeri RI terus mengadakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan Kemlu RI akan mengumumkan segera," demikian Ardiansyah.[dem]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya