Berita

GUNUNG PADANG/rmol

Situs Gunung Padang Disembunyikan Belanda

SELASA, 02 DESEMBER 2014 | 13:04 WIB | LAPORAN:

. Situs megalitikum Gunung Padang di Jawa Barat pernah diteliti oleh peneliti-peneliti negara Belanda. Merujuk pada ditemukannya sebuah koin bertuliskan tahun 1855.

"Koin itu ditemukan di kedalaman 11 meter, mana mungkin ada koin di kedalaman itu tapi terbuat dari tahun 1855," ujar peneliti Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Dr. Ali Akbar dalam seminar bertema 'Situs Gunung Padang: Metodologi dan Etika Serta Keragaman Perspektif' yang digelar di kampus UI, Depok, Selasa (2/12).

Menurutnya, dari penanggalan karbon, diketahui struktur arang yang menempel pada koin tersebut menunjukkan tahun 5800 sebelum masehi. Karena itu, hampir dipastikan bahwa Situs Gunung Padang pernah diteliti sebelumnya namun tidak sampai tuntas.


"Intinya ada intervensi manusia sebelumnya," beber Akbar.

Apalagi, terdapat kekosongan sejarah Gunung Padang antara tahun 1914 sampai ditemukan masyarakat tahun 1979. Di mana, pada 1914, Situs Gunung Padang dicatat pertama kali oleh NJ. Krom peneliti asal Belanda.

"Ada periode kosong yang kita tidak ketahui, sehingga menyebabkan koin ada di situ," ujar Akbar.

Dia menengarai, Situs Gunung Padang disengaja ditutup-tutupi oleh peneliti Belanda yang lebih tertarik memugar Candi Borobudur di Jawa Tengah pada periode sama. Situs ini benar-benar ditinggalkan peneliti Belanda pada saat Indonesia sudah meraih kemerdekaan.

"Kalau itu sudah jadi kita pugar maka orang akan hormat kepada Gunung Padang dan Indonesia. Karena ini penemuan amat besar," tegas Akbar yang ikut meneliti Situs Gunung Padang.

Peninggalan zaman megalitikum yang terletak di Kabupaten Cianjur ini telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya dengan pemeringkat nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya