Berita

Hukum

Inilah 22 Kampung HAM yang Disiapkan LBH Jakarta

SENIN, 01 DESEMBER 2014 | 15:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Untuk meluruskan kesalahpahaman di sementara kalangan mengenai posisi prinsip universal HAM, LBH Jakarta akan menggelar kegiatan yang diberi nama "HAM Masuk Kampung".

Kegiatan ini digelar sejak tanggal 29 November hingga puncak Hari HAM tanggal 10 Desember.

"Bentuk kegiatan komunitas kampung HAM mulai dari nonton bareng film HAM, konvoi, penyuluhan HAM, diskusi kampung, dan bentuk lainnya," ujar Ketua Pelaksana Peringatan Hari HAM, Johanes Gea, dalam keterangan yang diterima redaksi.


Disebutkan ada 22 komunitas kampung HAM yang terlibat dalam kegiatan ini. Ke-22 komunitas kampung HAM itu adalah kelompok pengamen Cipulir, warga Tambun, nelayan Ujung Kulon, warga Cipayung, warga Rumpin, warga Kebon Sayur, warga Cina Benteng, pedagang Stasiun Kereta Api Jabodetabek (Perpustabek) di Duri, warga Muara Bahari, warga Karet Tengsin, warga Kali Sekretaris, siswa/siswi SMK Poncol, warga Kali Mampang, warga Bongkaran, buruh Nurmi dkk, Ahmadiyah Bekasi, Serikat Pekerja Nasional Bekasi, Serikat Buruh Panarub, Serikat Pekerja Kereta Api Jakarta (SPKAJ), dan AMPUH Cibinong.

Gea juga mengatakan pada kegiatan puncak Hari HAM di LBH Jakarta pihaknya akan mengundang perwakilan komunitas kampung HAM. Juga akan diputar film Senyap bersama Joshua Oppenheimer, dan penganugrahan LBH Jakarta Award kepada korban pelanggaran HAM yang selama ini menjadi klien LBH Jakarta.

Gea menambahkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu bahwa Deklarasi Universal HAM yang dirumuskan pada 10 Desember 1948 juga berlaku di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dalam UUD 1945 dan UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

"Tentunya negara Indonesia sejak dahulu hingga saat ini masih dalam proses jatuh bangun dalam menjamin, melindungi dan menegakkan HAM tiap-tiap warga negaranya. Maka dari itu, sangatlah penting HAM tersebut diperingati, agar negara maupun masyarakat berefleksi mengenai penegakan HAM dan perbaikannya pada masa mendatang," demikian Gea. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya