Berita

ilustrasi/net

Dunia

Iran dan Enam Negara Kekuatan Dunia Berpacu Dengan Waktu Demi Bahas Nuklir

SABTU, 22 NOVEMBER 2014 | 14:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran dan enam negara kekuatan dunia memasuki akhir pekan yang genting menjelang batas waktu pembicaraan soal nuklir yang harus dituangkan dalam kesepakatan pada Senin (24/11).

"Kami berpacu dengan waktu," kata juru bicara Gedung Putih Eric Schultz dikutip kantor berita AFP.

Diketahui menteri luar negeri (menlu) Iran dan menlu dari enam negara kekuatan dunia yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Tiongkok masih terus menggelar pertemuan di Wina Austria pada akhir pekan ini. Mereka menggelar pembicaraan, negosiasi dan sejumlah agenda lainnya untuk merumuskan kesepakatan bersama terkait nuklir Iran.


Keenam negara kekuatan dunia itu meminta Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan imbalan berupa pencabutan sanksi PBB. Namun Iran bersikeras menyebut program nuklir yang dibuatnya murni untuk pembangkit energi.
 
"Jelas, batas waktu hari Senin, dan orang-orang di sana (di Wina) bekerja mati-matian untuk memenuhi kebutuhan itu. Namun demikian, kesenjangan serius masih tetap bertahan," sambung Schultz.

Sementara itu Menlu Inggris Philip Hammond menyebut bahwa pihaknya meminta Iran menunjukkan fleksibilitasnya terkait negosiasi yang masih terus berlanjut.

Di sisi lain, Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut bahwa semua elemen yang diperlukan telah dipaparkan dan akan bisa terjalin kesepakatan bila ada political will dari setiap pihak. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya