Berita

Dubes Djauhari Oratmangun (kiri) menerima buku dari peneliti Dr. Alexey Drugov/kbri moscow

Dunia

Peneliti Senior Rusia Seret Isu Politik Hingga Agama Indonesia di Buku Teranyar

SABTU, 22 NOVEMBER 2014 | 10:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Peneliti senior dari Russian Academy of Sciences, Institute of Oriental Studies, Dr. Alexey Drugov menuangkan gagasan serta ketertarikannya dengan Indonesia dalam sebuah buku berjudul yang bila diartikan ke bahasa Indonesia adalah "Agama, Kekuasaan, dan Masyarakat di Indonesia Modern".

Dalam buku berbahasa Rusia setebal 328 halaman itu, Drugov menuliskan soal proses dan perkembangan politik Indonesia setelah tahun 1998 ketika terjadi reformasi di Indonesia. Sejak saat itu Indonesia mulai era keterbukaan.

Selain aspek politik, dalam buku yang terdiri dari 5 bab itu ia juga menuliskan soal konflik horizontal di Indonesia yang terjadi bukan hanya karena isu agama, tapi juga soal isu perbedaan sosial dan kesenjangan.


Buku yang ditulisnya selama dua tahun itu telah dirilis bulan ini.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus di KBRI Moscow, Djauhari Oratmangun mengaku mengapresiasi buku tersebut. Terlebih, itu bukan buku pertama soal Indonesia yang ditulis oleh Drugov, melainkan buku kedelapan yang pernah ditulisnya.

"Saya menghargai ada orang Rusia menulis buku dan memperhatikan tentang Indonesia. Dalam buku tersebut, perkembangan politik dalam masyarakat Indonesia modern diulas dari kacamata Rusia," ujar Dubes Djauhari dalam rilis yang diterima redaksi.

Perlu diketahui, Drugov yang berusia 78 tahun sempat tinggal di Indonesia pada tahun 1962-1964. Ketika tinggal di Indonesia, ia pernah bertemu dengan Presiden RI pertama, Soekarno. Kecintaannya terhadap Indonesia diungkapkan melalui buku-buku yang ditulisnya, yang semuanya menceritakan tentang Indonesia. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya