Berita

presiden joko widodo/net

JAKSA AGUNG BARU

Adhie Massardi Memuji Jokowi

JUMAT, 21 NOVEMBER 2014 | 11:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gerakan Indonesia Bersih (GIB.) mengapresiasi pilihan Presiden Joko Widodo untuk posisi jaksa agung yang diambil dari parpol (Nasdem) yaitu HM Prasetyo, setelah sebelumnya memposisikan tokoh PDIP Yasonna H Laoly sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Karena fakta politik nasional kini terbelah jadi dua, yaitu gang KIH (Koalisi Indonesia Hebat) yang berkuasa di pemerintahan, dan blok Koalisi Merah Putih (KMP) penguasa parlemen, maka Jokowi memang harus mengubah strategi dan janji saat pilpres yang akan mengurangi porsi orang parpol dalam kabinetnya,” tutur koordinator GIB Adhie M Massardi kepada Kantor Berita Politik siang ini (21/11) di Jakarta.

Menurut Adhie, dengan senjata trisula hukum” (jaksa agung, menkumham, dan polri) dalam genggaman, Jokowi akan leluasa melibas mafia, koruptor dan pelanggar HAM yang berdada di blok lawan politiknya (KMP).


Memang bisa terjadi perang antar-gang seperti di film-film Hollywood. Karena di masing-masing blok politik itu ada mafia, koruptor dan pelanggar HAMnya. Tapi tidak apa-apa. Biarin saja. Sebab hasilnya toh akan sangat positif buat bangsa ini. Paling tidak, separuh mafia, koruptor dan pelanggar HAM di negeri ini bisa dilibas,” katanya.

Nah, nanti pada pilpres mendatang, yang bisa saja terjadi sebelum 2019, rakyat tinggal memilih capres dari kubu KMP, yang giliran bakal melibas mafia, koruptor dan pelanggar HAM yang di gang KIH. Sehingga dalam tempo yang tidak terlalu lama, Indonesia ini bisa benar-benar terbebas dari cengkeraman para mafia, koruptor dan pelanggar HAM,” pungkas jubir presiden Gus Dur ini. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya