Berita

bendera ukraina/net

Dunia

PBB: Hampir 1.000 Orang Tewas Sejak Gencatan Senjata di Ukraina Timur

JUMAT, 21 NOVEMBER 2014 | 10:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hampir 1.000 orang tewas di wilayah konflik di Ukraina timur sejak gencatan senjata diberlakukan pada 5 September lalu.

Menurut laporan PBB, jumlah spesifik korban tewas adalah 957 orang. 119 di antaranya adalah wanita. Mereka menjadi korban akibat konflik kekerasan yang terus berlanjut antara kelompok pemberontak dan pemerintah.

Laporan itu sekaligus menunjukkan adanya pelanggaran dan pengerusakan hukum serta kesepakatan gencatan senjata di wilayah yang diduduki pemberontak yakni di di Donetsk dan Luhansk.


Perdana Menteri Ukraina Arseny Yatseniuk menuding, banyaknya korban tewas di tengah gencatan senjata itu terjadi karena Rusia masih terus mendukung kelompok pemberontak di Ukraina timur.

"(Rusia) sengaja memprovokasi perang besar-besaran," kata Yatseniuk pada Kamis (20/11).

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah pertemuan di Moscow telah membantah segala tudingan negatif itu.

"Kita harus melakukan segala sesuatu yang diperlukan sehingga hal serupa tidak terjadi di Rusia," kata Putin dikutip BBC.

Perlu diketahui, konflik di Ukraina timur pecah pada April lalu ketika pemerintah Kiev melancarkan operasi untuk merebut kembali daerah-daerah yang didudki oleh kelompok pemberontak.

Berdasarkan laporan PBB, sejak saat itu, hampir 900 ribu warga lokal terpaksa mengungsikan diri, 400 ribu di antaranya melarikan diri ke Rusia.

Sejak April, PBB mencatat setidaknya 4.317 orang telah tewas akibat konflik. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya