Berita

Politik

Mahfud MD: Pilkada dengan E-Voting Lebih Efektif

RABU, 19 NOVEMBER 2014 | 22:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengusulkan pemerintah segera menyelenggarakan pilkada berbasis elektronik (e-voting). Menurut Mahfud, penyelenggaraan e-voting efektif untuk meminimalisasi kecurangan yang terjadi saat pemilu, di samping juga meminimalisasi waktu pelaksanaan proses rekapitulasi suara.

"Hasilnya cepat, tidak perlu menunggu satu bulan. Misalnya, pencoblosan selesai pukul 13.00, pukul 15.00 kita sudah bisa tahu hasilnya,” kata Mahfud dalam diskusi bertajuk Mengukur Kesiapan Daerah dengan Pilkada E-Voting di Kantor MMD Initiative, Jakarta Pusat (Rabu, 19/11).
 
Selain itu, pilkada e-voting mampu menghemat anggaran besar. Hasil kajian yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menunjukkan, e-voting menghemat biaya hingga 40 persen.


"Hanya saja, yang perlu didiskusikan adalah bagaimana agar teknologi itu tidak mudah dirusak orang, di-hack oleh pihak-pihak tertentu, kalau teknologi itu dicurangi, kita bisa tahu cara mengungkapnya," kata dia.

Dasar hukumnya, kata Mahfud, saat jadi Ketua MK telah mengesahkan pelaksanaan pilkada melalui mekanisme tersebut. Hanya, yang perlu menjadi catatan adalah pilkada itu hanya dapat dilaksanakan di daerah yang memang sudah betul-betul siap secara teknologi dan masyarakatnya pun telah teredukasi.

Di tempat yang sama, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan e-voting meminimalkan manipulasi data atau kecurangan dalam proses pemilu.

Ketika pemungutan suara dilakukan dari pukul 07.00 hingga 13.00, seluruh aktivitas mesin e-voting direkam, sehingga ada rekam jejak filenya,” kata Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik BPPT Andrari Grahitandaru.

Rekam jejak file itu yang akan dikirimkan ke Badan Pengawas Pemilu sehingga menjadi bukti atau acuan apabila nantin ada sengketa kecurangan. Selain itu, Andrari mengatakan bahwa perangkat e-voting tidak terhubung ke jaringan manapun ketika pemilihan terjadi, untuk memastikan data pemilihan suara tidak diganggu ("hacking").

Ketika akan dikirim ke pusat baru akan dipasangkan modem, tapi itu prosesnya sangat cepat sehingga tidak ada waktu bagi hacker untuk memanipulasi data," ujar dia.

Andrari mengatakan pemungutan suara menggunakan e-voting telah diterapkan di wilayah Musi Rawas, Sumatera Selatan untuk pemilihan kepala desa. Meskipun masih dalam taraf uji coba, namun hasilnya menunjukkan bahwa di wilayah Musi Rawas yang termasuk pelosok, masyarakat bisa menerima dan dimudahkan dengan sistem elektronik tersebut.

Di tempat yang sama, Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti telah menggelar e-voting Pilkades di 102 desa secara bertahap. Dirinya telah membuktikan, desa-desa di pelosok negeri, yang jaraknya 570 kilometer lebih dari Kota Palembang, ternyata bisa menggelar e-voting.

Jadi saya sudah buktikan e-voting di Musirawas sukses. Kami saja mampu, apalagi di daerah lain yang maju. Warga desa yang tak melek teknologi ternyata bisa. Saya pilih desa yang paling marginal. Daerah miskin,” katanya.

Bekas Anggota DPR dua periode dari Golkar ini mengatakan, semua kekhawatiran pelaksanaan e-voting terbantahkan. 

Pemilih katakan lebih sulit pakai ATM. Mudah cuman pencet layar pilih. Tidak ada kertas yang mubadzir dan rusak. Biaya murah. 12 juta per desa. Ini efisiensi. Partisipasi masyarakat 90 persen lebih.  Para kandidat juga memilih e-voting. Lebih yakin. Karena yang mroses sistem bukan manusia," terang Ridwan yang berencana maju Pilgub Porvinisi Bengkulu ini[dem] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya