Berita

rmol

Politik

Tolak Kenaikan BBM, PB PMII Gelar Aksi di Istana Negara Hingga Kementerian ESDM

SELASA, 18 NOVEMBER 2014 | 23:14 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Ratusan massa dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan harga BBM siang tadi (Selasa, 18/11).

Massa yang mengawali aksinya di depan Istana Negara sempat memnyebabkan laju lalu lintas terhambat. Polisi yang bersiaga di lokasi tersebut pun menutup akses jalan karena aksi tersebut.

Kemudian massa bergerak maju ke gedung Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk terus menyuarakan penolakannya.


Dalam orasinya di depan gedung ESDM, Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma'ruf yang ikut dalam aksi tersebut menyebut bahwa kenaikan harga BBM merupakan dampak dari ketidakampuan pemerintahan Jokowi-JK.

"Hari ini kita bersama-sama berjuang atas nama rakyat Indonesia untuk menolak kebijakan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak," kata Amin.

Amin menudiang ada kepentingan asik di Kementerian ESDM yang memiliki kepentingan atas kenaikan harga BBM itu.

"Ini adalah kesalahan pengelolaan SDM pemerintah Jokowi-JK sehinga rakyat yang terkena dampaknya," lanjutnya berapi-api.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan solusi soal energi alternatif terlebih dahulu sebelum kenaikan harga BBM dilakukan.

Ia bahkan menyerukan kepada Presiden Jokowi untuk mundur dari kursi nomor 1 RI bila tidak mampu menangani masalah BBM. [mel]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya