Berita

HARGA BBM

Kode Nusa: Jokowi, Gratiskan Pendidikan

SELASA, 18 NOVEMBER 2014 | 07:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tanpa diimbangi kebijakan pendidikan gratis, antara lain, kenaikan harga BBM yang mulai berlaku hari ini (Selasa, 18/11) menjadi tidak masuk akal dan sangat berpihak kepada kaum neoliberal.

Bagaimana pun kenaikan harga BBM memiliki efek domino bagi mahasiswa, khususnya terkait keberlangsungan mereka dalam melanjutkan perkuliahan.

Mahasiswa mendesak pemerintahan Jokowi-JK melalui Kementerian Pendidikan untuk memberikan kompensasi pendidkan gratis atas kenaikan harga BBM,” ujar jurubicara Konfederasi Organisasi Daerah Nusantara (Kode Nusa) bidang Pendidikan, Muhammad Syafii Pasaribu di Jakarta, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (18/11).


Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta itu juga menyatakan, bahwa dengan kenaikan harga BBM, dapat dipastikan harga makanan di rumah-rumah makan mengalami kenaikan. Begitu juga biaya kos, dan paling dikhawatirkan adalah kenaikan biaya ongkos angkutan umum. Bahkan bukan tidak mungkin, biaya kuliah juga akan mengalami kenaikan.

Ia juga menjelaskan, bahwa sebenarnya kenaikan harga BBM tidak akan menjadi masalah jika pemerintah juga berani mengambil langkah untuk membebaskan seluruh biaya pendidikan yang selama ini ditanggung oleh rakyat.

Mahasiswa juga menilai bahwa yang paling bertangung jawab untuk menanggapi hal ini adalah Menteri Anis Baswedan selaku menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah dan  Menteri Muhammad Nasir selaku Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kami menantang Menteri Anis Baswedan dan  Menteri Muhammad Nasir untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu merealisasikan pendidikan gratis sampai jenjang Strata 1 (S1),” seru Muhammad Syafii Pasaribu yang juga merupakan Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU) Jakarta.

Sejak pukul 00.00 WIB tadi, harga premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 8.500 per liter dari sebelumnya Rp 6.500 per liter. Sementara harga solar naik Rp 2.000 dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya