Berita

presiden joko widodo/net

Politik

Pemuda Muhammadiyah: Jokowi Mulai Perlihatkan Arogansi

SELASA, 18 NOVEMBER 2014 | 07:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemuda Muhammadiyah menolak dengan tegas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Pasalnya, kebijakan menaikkan harga BBM dinilai sangat melukai rakyat dan jauh dari prinsip pengelolaan ekonomi berkeadilan. Selain itu, kenaikan BBM itu sendiri dinilai sangat tidak sensitif dan mencerminkan adanya arogansi kekuasaan.

Belum genap sebulan berkuasa, pemerintah telah menunjukkan sikap ketidakpeduliannya. Rakyat yang semestinya disejahterakan, dibiarkan ikut menanggung beratnya beban APBN. Atas nama pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, pemerintah tega 'membunuh' daya beli rakyat dan 'mengubur' mimpi besar mereka dalam memperbaiki nasib,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah,  Saleh P. Daulay, dalam perbincangan dengan redaksi.

Selain itu, pemerintahan Jokowi-JK dinilai tidak pandai berterima kasih. Padahal, rakyat yang bergotong royong membantu mereka di dalam pilpres belum merasakan apa pun dibalik kemenangan yang diraih. Selain itu, janji-janji yang diucapkan belum satu pun yang terealisasi. Justru kepercayaan rakyat diingkari dengan menerapkan pengelolaan ekonomi yang berpihak pada kepentingan asing.


Atas dasar itu, Pemuda Muhammadiyah mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama meminta agar pemerintah kembali menarik kebijakan menaikkan harga BBM tersebut.

Pemerintah diminta untuk melaksanakan amanat konstitusi, khususnya pasal 33 ayat (3) yang berbunyi, "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat". Hak rakyat untuk memperoleh kemakmuran dari hasil kekayaan alam Indonesia harus dikembalikan.

"Indonesia bukanlah hanya milik mereka yang bisa beli BBM. Indonesia bukanlah hanya milik mereka yang berkuasa. BBM adalah kekayaan alam Indonesia, karena itu harus bisa menyejahterakan, bukan menyengsarakan rakyat,” demikian Saleh. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya