Berita

Normalisasi Waduk Ria Rio Masih Terkendala Pembebasan Lahan

SENIN, 17 NOVEMBER 2014 | 19:14 WIB | LAPORAN:

Proyek normalisasi Waduk Ria Rio mandeg. Padahal, program ini disosialisasikan sejak Joko Widodo masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

Program ini merupakan satu dari sembilan program yang diunggulkan Joko Widodo dan pasanganny, Basuki Tjahaja Purnama saat Pilkada 2012 lalu. Sayangnya, hingga akhir tahun 2014, persoalan ganti rugi tanah terus saja bergulir.

"Kita tinggal nunggu yang udah punya tanah ganti rugi, ganti uang. Yang belum masuk sekarang masuk ke rumah susun. Jadi bergelombang," ujar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (17/11).


Menurut Ahokj, persoalan pembebasan lahan di area tersebut rumit karena diduduki oleh mafia tanah, oknum preman dan organisasi masyarakat (ormas).

"Kita juga nggak ingin ada mafia tanah, oknum ormas yang minta bagian dari hasil bagi uang kepada pemilik lahan," katanya.

Hal serupa juga terjadi dalam pengerjaan sodetan Ciliwung. Ahok mengeluhkan persoalan pembebasan lahan disepanjang Ciliwung masih membayangi kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Itu masalah pembebasan lahan. Kita udah bahas, jadi memang ada kelemahan pembebasan lahan kita tunggu ukur tunggu trase sehingga orang tuh nggak dibayar-bayar," jelasnya.

Yang jelas, ia menegaskan, Pemprov DKI tidak akan membayar ganti rugi terhadap rumah yang tidak memilih izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat. Apalagi bila rumah tersebut berdiri di atas tanah negara.

"Kalau sudah jelas itu milik siapa, bayarnya 50 persen aja dulu uangnya sambil nunggu ngukur luasnya supaya pemilik dapat uang nyari tanah ditempat lain, tanah kan naik terus kalau kamu terus tunda-tunda cuman masalah trase urusan administrasi urusan ukuran berapa luas," terangnya.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya