Berita

xi jinping/net

Dunia

Presiden Tiongkok Pastikan Tak Gunakan Kekuatan Senjata Capai Tujuan Negara

SENIN, 17 NOVEMBER 2014 | 15:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji untuk tidak menggunakan kekuatan bersenjata untuk meraih tujuan-tujuan negara, termasuk dalam menangani permasalahan dengan sejumlah negara.

Hal itu ditegaskan Xi di hadapan parlemen Australia hari ini (Senin, 16/11).

Xi menyebut, Tiongkok merupakan negara yang tengah bergerak maju dan memerlukan perdamaian. Sedangkan dalam catatan sejarah, kata Xi, tidak ada keuntungan yang diperoleh dengan konflik bersenjata.


"Tinjauan sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang mencoba untuk melakukan pembangunan dengan menggunakan kekuatan (bersenjata) selalu gagal," kata Xi dikutip AFP.

Karena itulah, Xi menyebut bahwa Tiongkok berdedikasi untuk menegakkan dan menjaga perdamaian.

"Kita harus selalu waspada tinggi terhadap faktor-faktor yang dapat menghalangi kita untuk damai," sambungnya.

Tiongkok diketahui berselisih dengan empat negara di Asia Tenggara terkait sengketa Laut China Selatan. Selain itu Tiongkok juga berselisih dengan Jepang terkait sengketa kepulauan.

Namun Xi menyebut, pihaknya membuka pintu bagi dialog demi mengatasi perselisihan dengan damai.

"Ini adalah posisi lama Tiongkok untuk mengatasi perselisihan secara damai dengan negara-negara yang bersangkutan dan kedaulatan teritorial serta kepentingan maritim melalu dialog dan konsultasi," ujar Xi.

Ia menambahkan bahwa Tiongkok telah menyelesaikan masalah teritiri dengan 12 dari 14 negara tetangga dengan jalur konsultasi damai.

"Pemerintah China siap meningkatkan dialog dan kerjasama dengan negara-negara yang relevan untuk menjaga kebebasan navigasi dan keselamatan jalur maritim serta memastikan perdamaian, ketenangan dan kerjasama batas maritim," tandasnya. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya