Berita

ilustrasi

‘Kartu Sakti’ Jokowi Bingungkan Masyarakat

Tidak Jauh Berbeda Dengan BPJS
SENIN, 17 NOVEMBER 2014 | 07:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tiga ‘kartu sakti’ yang dilun­curkan Presiden Jokowi yakni Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Se­jahtera (KKS) dianggap masih membingungkan masyarakat. Pasalnya, program tersebut tidak jauh berbeda de­ngan program Badan Penyeleng­gara Jaminan Sosial (BPJS) yang diluncurkan pemerintahan se­belumnya.

Pengurus Harian Yayasan Lem­baga Konsumen Indonesia (YLKI), Husna Zahir menye­but­kan, masyarakat masih bingung dengan perbedaan Kartu BPJS dengan tiga Kartu Sakti Jokowi. Saya sendiri juga bingung, apa beda kartu sakti dengan kartu BPJS itu?” katanya di Jakarta, kemarin.

Dia melihat, kebingungan ma­syarakat terhadap sebuah kebi­jakan pemerintah merupakan ciri khas dari perilaku rezim yang me­mimpin Indonesia. Seperti­nya, mengeluarkan kebijakan yang membingungkan itu meru­pa­kan identitas Indonesia,” ujarnya.


Husna menerangkan, sebuah kebijakan seperti kartu sakti tersebut harus didahului dengan so­sialisasi yang terencana dan terukur sesuai dengan tingkat kecerdasan rakyat Indonesia. Tapi karena kartu sakti ini pen­dekatannya lebih bersifat proyek politik, maka pilihannya harus jalan dulu. Penyelesaian masalah bisa belakangan,” tekannya.

Tak hanya itu, hingga hari ini, pemerintah belum bisa men­jelaskan landasan hukum kartu sakti itu. Cantolan kons­ti­tu­sinya belum jelas. Jadinya di­ balik-ba­lik, jalan dulu baru di­ca­ri­kan atau dibuatkan cantolan hu­kumnya,” katanya.

Dia berharap ,apapun bentuk­nya pro­gram pemerintah jangan sampai tumpang tindih. Pasalnya, BPJS Kesehatan sudah mulai diberlaku­kan di masyarakat. Hus­na menilai, de­­ngan adanya banyak program pe­­merintah yang ber­orientasi ke­sejahteraan, kese­ha­tan dan pen­di­dikan setidaknya dapat mem­per­luas jangkauan bagi ma­syarakat mis­kin. Banyak pro­gram makin baik untuk mem­per­luas jangkauan, asal tidak tum­pang-tindih,” katanya.

Ketua  Program Studi Kesejah­teraan Masyarakat Universitas Is­lam Negeri (UIN) Syarif Hida­ya­tullah, Siti Nafsiah Ariefuz­za­man, mengatakan, tanpa sosia­lisasi, ma­syarakat akan terus ke­bingungan dengan kartu sakti yang baru diluncurkan Presiden Jokowi. Karena sebelumnya su­­dah ada BPJS Kesehatan, Jam­kesmas, Askes, dan lain-lain,” ujarnya.

Dia berpendapat, peluncuran tiga kartu sakti cenderung politis karena bersamaan dengan ren­cana kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah mesti menjelaskan kepada masyarakat terlebih da­hulu mengenai program tiga kartu sakti tersebut,” imbuhnya.

Dia mengakui bahwa negara memiliki tiga kewajiban utama dalam mensejahterakan rakyat yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera dan pintar. Namun, masyarakat di tingkat bawah bukan tidak mungkin me­­rasa bingung dengan adanya transfer uang yang nilainya ra­tu­san ribu rupiah bagi ma­sya­rakat miskin.

Ironisnya, lanjut Nafsiah, pe­merintah tidak menjelaskan pro­gram kartu sakti. Misalnya, pen­je­lasan antara Presiden Jo­kowi de­ngan menterinya terkait ang­garan dana kartu sakti ber­beda. Jadi me­mang peluncu­ran kartu sakti itu tergesa-gesa, nyaris tak ada koor­dinasi di in­ternal peme­rintah sen­diri. Se­hingga jawaban kepada ma­sya­rakat berbeda-beda,” tuturnya.

Nafsiah mengatakan, masya­rakat dalam menerima program pemerintah mesti didahului dengan informasi yang lengkap, termasuk hak dan konsekuensi masyarakat. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya