Berita

net

Politik

Islah KMP dan KIH Kemenangan Kelompok Penjual Negara

MINGGU, 16 NOVEMBER 2014 | 22:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) telah sepakat mengakhiri perseteruan di DPR. Namun, publik percaya islah dipicu karena sejumlah elit parpol KMP takut dosa-dosanya dibuka ke penegak hukum oleh KIH.

Begitu antara lain hasil jejak pendapat yang dilakukan Indonesia Development Monitoring. "Akhirnya publik menilai bahwa islah KMP dan  KIH adalah merupakan sarana untuk memuluskan para penjual negara," papar Direktur Eksekutive IDM, Iswan Abdullah, kepada redaksi (Minggu, 16/11).

Selain itu, katanya, publik juga menilai campur tangan asing dan cukong-cukongnya elit politiknya KMP ikut menekan agar KIH diakomodasi untuk posisi pimpinan alat kelengkapan DPR.


"Ini mengambarkan bahwa kepentingan asing sangatlah kuat untuk melahirkan UU yang memudahkan asing menguasai sektor sektor ekonomi penting seperti tambang, migas dan kekayaan maritim Indonesia," sambung dia.

Dia mencontohkan, publik menganggap gencarnya Sekjen Golkar Idrus Marham memprakarsai agar KIH diakomodir di alat kelengkapan dewan adalah untuk mengamankan kepentingan pribadi Aburizal Bakrie agar kompensasi korban Lumpur Lapindo bisa dianggarkan di APBN.

Menurut Iswan, publik menilai keaktifan Golkar dan PAN untuk mengakomodir KIH sebagai tanda kuat Gerindra dan PKS akan ditinggalkan. Hal ini bisa dibuktikan dari political behaviour chemistry para elit Golkar dan PAN yang tidak akan pernah berani berseberangan dengan pemerintah  dan memiliki karakter berkhianat.

"Contoh saja, Gus Dur dan Mega mereka khianati. Jadi Islah KMP dan KIH adalah kemenangan kelompok penjual negara," demikian Iswan.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya