Berita

net

Dunia

Di Sela Forum G-20, Korsel dan Selandia Baru Sepakat Jalin Perdagangan Bebas

SABTU, 15 NOVEMBER 2014 | 13:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan dan Selandia Baru sepakat menjalin kerjasama perdagangan bebas demi mendongkrak perdagangan kedua negara.

Kesepakatan itu diumumkan oleh Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dan Perdana Menteri Selandia Baru John Key dalam konferensi pers yang digelar bersama di sela pertemuan puncak G-20 di Brisbane Australia hari ini (Sabtu, 15/11).

Baik Korea Selatan maupun Selandia Baru sepakat untuk menghapus tarif lebih dari 96 persen bagi seluruh produk yang diperdagangkan di antara kedua negara. Kesepakatan yang tercipta setelah negosiasi dua negara selama lima tahun terakhir itu sendiri akan berlaku dalam kurun waktu 20 tahun.


Kedua negara akan meindaklanjuti kesepakatan itu dengan melakukan tinjauan hukum sebelum kesepakatan dituangkan dalam sebuah perjanjian perdagangan resmi untuk kemudian ditantangani kedua pemimpin negara awal tahun depan. Kesepakatan itu sendiri harus diratifikasi oleh parlemen kedua negara sebelum akhirnya benar-benar diterapkan.

Dalam kurun waktu tiga tahun pertama pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas itu, Selandia Baru sepakat untuk menghapus tarif sejumlah produk dari negeri ginseng seperti mesin cuci, ban, suku cadang mobil, peralatan konstruksi berat dan lemari es.

Namun kedua belah pihak telah sepakat bahwa dalam perjanjian perdagangan bebas itu akan mengecualikan penghapusan tarif dalam sejumlah produk pangan seperti beras dan hasil pertanian lainnya yang sensitif, termasuk apel, bawang putih dan cabai.

Yonhap
mengabarkan, Korea Selatan adalah mitra dagang ke-41 terbesar di Selandia Baru dan Selandia Baru adalah mitra dagang ke-44 terbesar Korea Selatan. Perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai US $ 2,8 miliar tahun lalu. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya