Berita

david cameron/net

Dunia

Di Australia, PM Inggris Perkenalkan Rencana Aturan Lawan Terorisme

JUMAT, 14 NOVEMBER 2014 | 13:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris akan segera memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) baru yang lebih ketat bagi warga negaranya yang ikut bergabung dengan kelompok militan yang beraksi di Irak atau Suriah.

Perdana Menteri Inggris David Cameron di hadapan parlemen Australia pada Jumat (14/11) menyebut, dalam aturan baru itu, warga negara Inggris yang bergabung dengan kelompok militan akan dapat dicegah untuk kembali ke Inggris.

Bukan hanya itu, RUU anti terorisme itu mengatur bahwa maskapai penerbangan yang tidak memenuhi daftar larangan terbang dan aturan pemeriksaan keamanan Inggris akan dilarang untuk mendarat di negara tersebut.


Di bawah aturan itu, polisi Inggris juga akan memiliki wewenang untuk mengambil paspor demi mencegah orang yang diduga hendak bepergian ke luar negeri untuk bergabung dengan kelompok militan.

"Kita harus menghadapi ancaman ini dari sumbernya," kata Cameron di Canberra sebelum ia bertolak ke Brisbane untuk menghadiri KTT G20.

Aturan baru itu sendiri sebenarnya telah dibahas sejak September lalu. Namun Cameron menegaskan aturan itu akan segera diterapkan di Inggris tanpa ia memberikan kepastian tanggal.

Reuters mengabarkan, Inggris sendiri telah merapkan level keamanan ke tingkat tertinggi kedua pada Agustus lalu. Hal itu diberlakukan karena adanya resiko dari warga Inggris yang bergabung dengan ISIS dan kembali lagi ke Inggris untuk melakukan aksi teror. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya