Berita

ilustrasi/net

Dunia

Legalisasi Ganja di 3 Negara Bagian AS Langgar Konvensi Internasional

KAMIS, 13 NOVEMBER 2014 | 14:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tiga negara bagian Amerika Serikat yang berencana melegalkan ganja dinilai bertentangan dengan seluruh konvensi anti narkoba internasional.

"Kita bisa melihat kecenderungan itu dan kita menyaksikan situasinya. Tapi, tentu saja, hukum tersebut tidak sejalan dengan tuntutan konvensi ini," kata direktur eksekutif PBB untuk penanganan narkoba dan kejahatan, Yuri Fedotov (Rabu, 12/11).

Pernyataanya itu menyusul hasil referendum yang dilakukan di tiga negara bagian Amerika Serikat yakni Oregon, Washington, dan Alaska awal November ini untuk menghapus larangan konsumsi ganja untuk tujuan rekreasi.


Fedotov menyebut, pihaknya akan melakukan pembahasan dengan perwakilan dari pemerintah federal Amerika Serikat terkait hal ini dalam kunjungannya ke negeri paman sam pekan depan.

"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bisa sejalan dengan ketentuan konvensi internasional. Komisi PBB tentang Narkotika telah menyatakan sikap yang sama yang sepenuhnya bersama oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan," tandasnya dikutip Itar-tass. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya