Berita

ilustrasi/net

Dunia

Kelompok-kelompok Militan di Libya Punya 200 Pesawat?

KAMIS, 13 NOVEMBER 2014 | 14:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok-kelompok militan radikal di Libya dikabarkan memiliki sekitar 200 pesawat, termasuk di antaranya adalah pesawat tempur.

Berdasarkan laporan yang dikutip oleh Itar-tass (Rabu, 12/11), pesawat-pesawat itu ditempatkan di sejumlah wilayah seperti di Misurata, Sirt, Sebkha, serta di bandara Tripoli, ibukota Libya.

Di antara pesawat itu adalah 170 buah pesawat tempur jenis MiG-21 dan MiG-23, 20 buah pesawat tempur jesni Mirage, 34 buah helikopter dan 4 buah pesawat transportasi.


Belum diketahui dengan pasti dari mana kelompok militan Libya itu mendapatkan pesawat-pesawat tersebut.

Namun di saat yang bersamaan, pemerintah Libya kerap menyatakan bahwa Sudan, Turki, dan Tunisia ikut ambil bagian dalam pasokan senjata bagi kelompok-kelompok militan itu.

Namun pihak militan sendiri telah membantah tuduhan itu.

Negara yang berbatasan langsung dengan Libya seperti Aljazair dan Tunisa telah menyatakan kekhawatirannya atas kepemilikan senjata oleh para kelompok ekstrimis itu.

Beberapa negara bahkan melakukan pencegahan khusus untuk mengamankan wilayah mereka. Misalnya saja Aljazair yang secara khusus memerintahkan pasukan pertahanan udaranya untuk menembak jatuh setiap pesawat militer yang masuk ke wilayahnya tanpa ijin. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya