Berita

ilustrasi reaktor nuklir/net

Dunia

Rusia Mau Bantu Iran Bangun Reaktor Nuklir

RABU, 12 NOVEMBER 2014 | 09:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia berencana membangun hingga delapan reaktor nuklir di Iran untuk penggunaan energi atom damai.

Rusia menyebut bahwa kesepakatan yang dibentuk dengan Iran itu mencakup rencana untuk menghabiskan bahan bakar nuklir untuk membantu Rusia untuk melakukan daur ulang dan penyimpanan.

BBC
(Rabu, 12/11) mengabarkan, dengan mengutip pernyataan dari kepala nuklir Iran Ali Akbar Salehi, kesepakatan yang dibentuk oleh Rusia dan Iran untuk membangun reaktor baru itu merupakan titik balik dalam perkembangan hubungan kedua negara.


Dua dari delapan reaktor yang direncanakan itu akan dibangun di fasilitas nuklir Bushehr.

Sementara itu perusahaan nuklir Rusia, Rosatom menyebut, pembangunan reaktor akan dimonitori oleh badan pengawas energi nuklir, International Atomic Energy Agency (IAEA).

Dalam prosesnya, Rusia akan memasok bahan bakar nuklir untuk reaktor dan mendapatkannya kembali setelah digunakan.

Perlu diketahui, Iran telah lama membantah kecurigaan negara-negara Barat yang menyebut bahwa program nuklirnya digunakan untuk membuat senjata. Iran menyebut, program nuklir yang dijalankannya adalah untuk alasan damai, yaknii pembangkit energi dan medis.

Sejak tahun lalu, Iran juga mulai membuka diri dengan negara-negara Barat melalui pembicaraan. Iran diketahui membuka pembicaraan dengan negara-negara kekuatan dunia yang disebut P5+1, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Jerman untuk membahas soal program nuklirnya. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya