Berita

Dunia

Pria Berseragam Polisi Ledakan Diri di Ruang Kapolda, Satu Tewas dan Enam Luka

MINGGU, 09 NOVEMBER 2014 | 16:02 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sebuah gedung di kompleks Polisi Daerah (Polda) Kabul, Irak, menjadi target serangan bom tadi pagi (Minggu, 9/11).

Kapolda Kabul, Zahir Zahir, mengungkapkan kepada AFP, bahwa pelaku berhasil lolos dari pemeriksaan di pos penjagaan yang dijaga ketat karena mengenakan seragam polisi.

Ia kemudian berjalan menuju ruangannya dan kemudian meledakan bom yang diletakan di tubuhnya.


"Itu adalah pembom bunuh diri dengan menggunakan seragam polisi. Ia berusaha masuk ke ruangan saya, dan dia meledakkan bomnya," Zahir mengatakan.

Meskipun Zahir selamat dalam insiden tersebut, namun seorang stafnya tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka.

"Saya baik-baik, tapi salah satu staf terbaik kami, kepala staf saya Yassin Khan tewas dan enam luka-luka," lanjut Zahir.

Taliban telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

"Pagi ini sekitar pukul 09:00, serangan syahid ditujukan untuk musuh yang telah membunuh banyak orang," tulis Zabiullah Mujahid, jurubicara Taliban, pada akun Twitter-nya.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, terus mengobarkan pemberontakan terutama kepada pejabat pemerintah maupun pasukan keamanan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001.

Hal itu karena mereka menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001.[dem]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya