Berita

Dunia

Diplomat Uni Eropa Serukan Yerusalem Dibagi Jadi Dua Negara

MINGGU, 09 NOVEMBER 2014 | 15:37 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini meminta
Palestina untuk mau berbagi wilayah Yerusalem dengan Israel, Sabtu (8/11).

"Saya pikir Yerusalem dapat dan harus menjadi ibukota bagi dua negara," kata Mogherini kepada wartawan saat ditemui di Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel, seperti dikutip AFP.

Perebutan Yerusalem ini adalah masalah sensitif yang telah menghambat upaya perdamaian antara Israel dan Palestina selama beberapa dekade. Hal ini juga karena terdapat sebuah situs suci bagi umat Islam Masjidil Aqsa yang letaknya dekat dengan Temple Mount, situs suci Yahudi.

Perebutan Yerusalem ini adalah masalah sensitif yang telah menghambat upaya perdamaian antara Israel dan Palestina selama beberapa dekade. Hal ini juga karena terdapat sebuah situs suci bagi umat Islam Masjidil Aqsa yang letaknya dekat dengan Temple Mount, situs suci Yahudi.

Dalam beberapa pekan terakhir ketegangan kembali meningkat di mana Israel melarang umat Islam untuk beribadah di sana.

Menanggapi seruan Mogherini, Presiden Palestina Mahmud Abbas memastikan bahwa hal ini tidak akan terjadi dan status quo akan tetap, dan tidak berubah.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya